Harta 10 Orang Terkaya di Indonesia Melonjak Tajam, Ini Penyebabnya

Mereka juga memiliki perusahaan perangkat pembuat video games asal Singapura, Razer, yang baru-baru ini terdaftar di Bursa Efek Hong Kong.

Harta 10 Orang Terkaya di Indonesia Melonjak Tajam, Ini Penyebabnya
Ahmad Zamroni/Tatler Indonesia/Forbes
Arini Subianto (kiri), menjadi nama baru dalam daftar orang terkaya Indonesia versi Forbes sekaligus perempuan kedua dalam daftar itu bersama Kartini Muljadi, sementara Budi Hartono (kanan), bersama saudaranya Michael Hartono, menempati urutan satu selama sembilan tahun berturut-turut. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Majalah Forbes mengeluarkan daftar harta 50 orang terkaya di Indonesia yang, untuk pertama kalinya pada tahun ini, mencapai lebih dari US$100 miliar, sebagian karena program pengampunan pajak (tax amnesty) dan kenaikan nilai saham.

Kakak-beradik R. Budi dan Michael Hartono, dengan kekayaan US$32,3 miliar (sekitar Rp440 triliun) berada di nomor satu untuk kesembilan kalinya, sementara di nomor dua, dengan jarak kekayaan yang cukup jauh, adalah taipan kelapa sawit, Eka Tjipta Widjaja, dengan US$9,1 miliar atau sekitar Rp 123 triliun.

Baca: Potret Arini Sarraswati Subianto, Wanita Terkaya di Indonesia, Awet Muda Meski Hampir 50 Tahun

Kakak-beradik Hartono yang mewarisi Djarum beberapa dekade lalu kini mendiversifikasi bisnisnya dan membeli saham BCA pada krisis keuangan Asia pada 1997-1998.

Tahun ini, mereka meningkatkan kepemilikan sahamnya di bank tersebut menjadi 55% dari sebelumnya 47%.

Mereka juga memiliki perusahaan perangkat pembuat video games asal Singapura, Razer, yang baru-baru ini terdaftar di Bursa Efek Hong Kong.

Daftar 10 orang terkaya Indonesia.
Daftar 10 orang terkaya Indonesia. (BBC)

Hampir semua dalam daftar 10 orang terkaya Indonesia mengalami peningkatan harta sedikitnya 10% karena kenaikan nilai saham dan kenaikan nilai saham Indonesia naik sekitar 17% dalam waktu yang sama.

Dan untuk pertama kalinya, total harta dari 50 orang terkaya Indonesia melewati US$100 miliar, yaitu US$126 miliar, naik dari US$99 miliar tahun lalu.

Dalam pernyataannya, Forbes mencatat bahwa salah satu penyebab kenaikan harta ini adalah program tax amnesty atau pengampunan pajak, yang memungkinkan orang-orang kaya itu mengumumkan aset mereka yang selama ini tidak diketahui dan membayar penalti ringan.

Menurut Forbes, inilah yang membuat Presiden Komisaris Grup Mayora, Jogi Hendra Atmadja, melompat 25 peringkat ke nomor 10, dengan harta US$2,7 miliar atau Rp36,5 triliun, dari sebelumnya US$850 juta.

Halaman
12
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: BBC Indonesia
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help