Menteri PUPR Akui Banyak Keuntungan Ajak Swasta Bangun Proyek Infrastruktur

Pemerintah sedang gencar menggandeng pihak swasta dalam membangun proyek strategis infrastruktur pemerintah

Menteri PUPR Akui Banyak Keuntungan Ajak Swasta Bangun Proyek Infrastruktur
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Presiden RI Joko Widodo bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meninjau Jalan Tol Soroja (Soreang - Pasir Koja) seusai diresmikan di Gerbang Tol Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (4/12/2017). Dengan dibukanya Tol Soroja sepanjang 10,57 km, waktu tempuh Bandung - Soreang yang biasanya ditempuh 1,5 jam dapat dipangkas hingga jadi 12 menit. Tol dengan nilai investasi Rp l,765 triliun itu terkoneksi dengan Tol Purbaleunyi (Purwakarta - Cileunyi) melalui persimpangan di KM 132. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah sedang gencar menggandeng pihak swasta dalam membangun proyek strategis infrastruktur pemerintah. Pasalnya APBN yang dialokasikan terbatas setiap tahunnya.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menjelaskan skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) banyak keuntungan. Basuki menyebut berbagi risiko antara Pemerintah dan swasta, transfer pengetahuan, dan target spesifik periode konstruksi.

"Pihak swasta menyelesaikannya sesuai kesepakatan sehingga terhindar dari siklus anggaran multiyears," kata Basuki, Kamis (7/11/2017).

Pembangunan infrastruktur termasuk jalan tol yang selama ini dilakukan Kementerian PUPR telah berkontribusi dalam rangka meningkatkan daya saing. Melalui skema KPBU, pemerintah bertujuan mengatasi ketimpangan pendanaan (financial gap) infrastruktur terutama jalan tol.

"Tujuan percepatan penyelesaiannya sehingga memberikan manfaat yang nyata bagi negara," ungkap Basuki.

Basuki menambahkan dalam tiga tahun terakhir (2015-2017), panjang jalan tol baru di Indonesia ditargetkan bertambah sepanjang 568 Km. Sedangkan hingga November 2017 sudah dioperasikan tol baru sepanjang 332 Km.

"Sebentar lagi Tol Surabaya-Mojokerto, Solo-Ngawi dan Ngawi-Kertosono sudah siap untuk diresmikan sehingga mudah-mudahan target 568 Km bisa tercapai pada akhir 2017," kata Basuki.

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help