SPG Buka Akses Alternatif Dewi Sartika

Pengembang hunian terintegrasi dan siap huni Signature Park Grande (SPG) mengaktifkan alternatif akses jalan Dewi Sartika bagi penghuninya menuju atau

SPG Buka Akses Alternatif Dewi Sartika
ISTIMEWA
Pengembang hunian terintegrasi dan siap huni Signature Park Grande (SPG) mengaktifkan alternatif akses jalan Dewi Sartika bagi penghuninya menuju atau meninggalkan Jakarta. Alternatif akses ini dimaksudkan untuk membantu penghuni mengurangi dampak kemacetan dari pembangunan infrastruktur sepanjang jalan MT Haryono. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengembang hunian terintegrasi dan siap huni Signature Park Grande (SPG) mengaktifkan alternatif akses jalan Dewi Sartika bagi penghuninya menuju atau meninggalkan Jakarta.

Alternatif akses ini dimaksudkan untuk membantu penghuni mengurangi dampak kemacetan dari pembangunan infrastruktur sepanjang jalan MT Haryono.

Direktur Marketing Pikko Group, Sicilia Alexander Setiawan mengatakan kendala sementara yang dialami kawasan Cawang - MT Haryono adalah kemacetan atas pembangunan infrastrukur yang dilakukan secara serentak.

Dampaknya, saat jam sibuk (kerja) tertentu, bisa berjam-jam untuk melintas menuju Pancoran.

Selain proyek LRT, Pemprov DKI Jakarta juga tengah mengerjakan proyek underpass Mampang Prapatan-Kuningan dan pembangunan flyover Pancoran. Titik-titik lokasi pembangunan itu menyebabkan kemacetan di persimpangan Cawang dan Jalan MT Haryono.

Baca: Kecam Keputusan Trump Soal Yerusalem, PPP Akan Kirim Surat Protes ke Kedubes AS

"Alternatif akses ini untuk membantu para penghuni yang selama ini mengakses (in-out) arah MT Haryono," ujar Sicilia, Kamis (7/12/2017).

Persimpangan Cawang - MT Haryono, lanjut Sicil merupakan persimpangan Kota Jakarta bagi arus kendaraan dan penglaju dari Bogor, Cibubur dan Bekasi untuk menuju pusat kota Jakarta sekitarnya.

Posisinya sangat strategis dan merupakan titik temu Jabodatebek terkait penerapan sistem transit oriented development (TOD).

"Melalui akses Jalan Dewi Sartika, misalnya penghuni dapat menghindari penumpukan kendaraan di jalan utama MT Haryono menuju persimpangan Otista, Tebet, Pramuka dan Jakarta sekitarnya" katanya.

Signature Park Grande dikembangkan KSO Pikko Group dan PT Pelaksana Jaya Mulia serta menggandeng Pulau Intan sebagai kontraktor utama pembangunan dua menara apartemen The Light (19 lantai) dan Green Signature (20 lantai) dalam kawasan hunian terpadu di lahan sekitar 4,3 hektare.

Tiap menara memiliki 3 (tiga) tipe unit kamar, lanjut Sicil serta bersertifikat strata title. Dipasarkan dengan harga kompetitif mulai Rp 900 jutaan hingga Rp 1.6 miliaran. Office building satu lantai berukuran 70-90 meter persegi, dipasarkan mulai Rp 3,3 - Rp 6,7 milliar.

“Dengan harga tersebut selama Desember 2017, konsumen dapat memiliki unit fully furnished dengan bunga KPA hanya 4,1 persen, bebas biaya admin dan provisi serta uang muka hanya 10 persen yang dapat diangsur Rp 6 jutaan per bulan sesuai dengan komposisi unitnya” ujar Sicil.

Kedua menara hunian dilengkapi lansekap hijau, taman bunga, serta fasilitas berkelas, seperti taman air mini, kolam renang dewasa dan anak, arena bermain, lounge, jacuzzi, altar maupun ruang multifungsi.

“Selain dapat tinggal dengan nyaman, bersantai bersama keluarga atau menjamu relasi dan berbisnis, para penghuni dapat memenuhi berbagai macam kebutuhannya dari pusat komersial dan bisnis seperti restoran alfresco, lifestyle center sesuai konsep one stop living yang dikembangkan” ucap Sicil.

Editor: Samuel Febrianto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help