UMKM yang Beri Diskon Palsu di Harbolnas Akan Dapat Sanksi

Pelaksanaan Hari Belanja Online Nasional atau lazim kita kenal dengan sebutan Harbolnas, akan kembali digelar pada 12 Desember

UMKM yang Beri Diskon Palsu di Harbolnas Akan Dapat Sanksi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Panitia Harbolnas 2017 Achmad Alkatiri (kanan) berbincang dengan Chief Harbolnas 2016 Miranda Suwanto (kedua kanan), Country General Manager ShopBack Indra Yonathan (tengah), Marketing Director Zalora Indonesia Jo Bjordel (kedua kiri) dan Chief Marketing Officer GOJEK Piotr Jakubowski (kiri) saat acara jumpa pers tentang Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2017 di Jakarta, Kamis (16/11/2017). Dengan mengusung tema #BelanjaOnlineBersama, acara yang digelar 12 Desember tersebut bertujuan untuk mendukung agenda pemerintah guna meningkatkan kapasitas dan kapabilitas para UMKM agar dapat mengembangkan bisnisnya melalui kanal digital dan mampu menjangkau konsumen yang lebih luas lagi di seluruh Indonesia. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelaksanaan Hari Belanja Online Nasional atau lazim kita kenal dengan sebutan Harbolnas, akan kembali digelar pada 12 Desember (12/12). Meski sudah berlangsung selama beberapa tahun, namun kerap muncul sejumlah masalah dalam penerapannya.

Ketua Panitia Harbolnas 2017 Achmad Alkatiri mengatakan pihaknya terus melakukan edukasi kepada pelaku e-commerce, khususnya kepada UMKM, agar dapat menekan sentimen negatif terhadap Harbolnas.

"Dari tahun ke tahun, selalu ada komplain kalau Harbolnas ada barang palsu dan discount palsu. Maka, tahun ini, di website kami harbolnas.com ada complain center," ungkap Achmad kepada Kontan.co.id pada Rabu (6/11) di Jakarta.

Melalui layanan ini, Achmad bilang pembeli dapat menulis dan melaporkan komplain terkait potongan, harga, dan produk palsu. Nantinya, secara otomatif, layanan tadi akan mengirimkan surat elektronik kepada para pelaku e-commerce untuk segera ditindaklanjuti.

"Mereka harus taking care dalam waktu 48 jam masalah-masalah tersebut. Bila tidak, kami akan black list dari Harbolnas tahun-tahun akan datang. Kami sangat serius dalam menangani masalah negatif ini," terang Achmad.

Guna mengatasi masalah ini sejak dini, Achmad mengakui sudah mengimbau para pelaku e-commerce yang mengikuti Harbolnas untuk mengontrol para penjual. Himbauan ini sudah disampaikan oleh panitia Harbolnas.

Asal tahu saja, berdasarkan data Nielsen, pada 2016, selama tiga hari Harbolnas digelar, nilai transaksinya mencapai Rp 3,3 triliun. Pada tahun ini, panitia Harbolnas 2017 mematok total transaksi naik 50%, minimal mencapai Rp 4 triliun.

Sementara itu, bila pada 2016 terdapat 211 pelaku e-commerce yang berpartisipasi, tahun ini ada 254 e-commerce yang ikut serta. Perayaan ini memanjakan masyarakat dengan potongan harga hingga 90%.

Berita Ini Sudah Dipublikasikan di KONTAN, dengan judul: Sanksi bagi UMKM yang beri diskon palsu Harbolnas

Editor: Sanusi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help