Temukan Kualitas di Bawah Standar, PLN Hati-hati Pilih Investor dari Tiongkok

Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir mengaku lebih berhati-hati dalam pemilihan investor dari Tiongkok.

Temukan Kualitas di Bawah Standar, PLN Hati-hati Pilih Investor dari Tiongkok
Adiatmaputra Fajar
Direktur Utama PLN Sofyan Basir 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT PLN (persero) terus fokus membangun pembangkit listrik yang efisien dan ramah lingkungan. Untuk mempelajari hal itu, perseroan mengunjungi pembangkit listrik Guohua Ninghai Power Plant kapasitas 4x600MW dan 2x1000 MW.

Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir mengaku lebih berhati-hati dalam pemilihan investor dari Tiongkok. Karena pengalaman sebelumnya banyak pembangkit yang dibangun Tiongkok, kualitasnya di bawah standard.

"Kita harus akui pada masa lalu kontraktor pembangunan pembangkit yang digarap investor Tiongkok kualitasnya di bawah," ujar Sofyan, Kamis (7/12/2017).

Sofyan mengaku saat pembangkit listrik rusak atau tidak sesuai dengan kapasitas kebutuhan, hal itu akan berdampak nyata kepada PLN. Karena pada akhirnya pasokan listrik untuk dalam negeri bisa defisit.

"Ini membuat kualitas pembangkitnya juga jauh dari harapan. Pada akhirnya itu membebani PLN dan berpengaruh pada ketersediaan daya listrik nasional," papar Sofyan Basir.

Baca: Rizal Ramli Sarankan Pemerintah Jangan Ikuti Bank Dunia

Saat ini PLN sedang berkoordinasi dengan Shenhua Guohua. Seperti diketahui, PLTU IPP Jawa 7 dikembangkan oleh konsorsium Shenhua Guohua dan PT Pembangkit Jawa Bali Investasi dengan pembagian 70:30. Pembangkit berkapasitas 2x1.000 MW.

Pembangkit Shenhua Guohua sudah memulai konstruksi pada September 2017 itu ditargetkan rampung pada April 2020. Melalui skema power purchasing agreement, PLN membeli listrik dengan harga 4,2 dollar AS sen per kwh.

Shenhua sebelumnya juga sudah menanamkan investasinya di PLTU Sumsel-1 di Muara Enim, Sumatera Selatan yang berkapasitas 2x350 MW. Pada pembangkit ini, PT Shenhua Guohua Lion Power Indonesia bergabung dengan Indonesia LPE dengan pembagian saham 75:25.

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help