Kominfo Dukung Kemenkeu Terapkan Pajak untuk Barang Tak Berwujud

Pemerintah akan mengenakan bea masuk untuk barang tak berwujud atau intangible goods yang dijual secara online mulai Januari 2018.

Kominfo Dukung Kemenkeu Terapkan Pajak untuk Barang Tak Berwujud
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menkominfo Rudiantara memberikan sambutan pada acara peluncuran layanan GO-BILLS dari GO-JEK di Jakarta, Rabu (22/11/2017). Layanan GO-BILLS diluncurkan untuk mendorong transaksi elektronik dimana pengguna aplikasi GO-JEK bisa membayar tagihan listrik dan BPJS Kesehatan dengan mudah melalui saldo GO-PAY. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah akan mengenakan bea masuk untuk barang tak berwujud atau intangible goods yang dijual secara online mulai Januari 2018.

Adapun jenis barang tak berwujud tersebut seperti software, e-book, musik ataupun film.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mendukung program yang kini tengah dikaji Kementerian Keuangan.

"Tapi yang bisa menerangkan secara rinci itu teman-teman pajak ya bukan saya. Tapi saya akan dukung karena itu masalah prinsip Undang-undang," ungkap Rudiantara saat ditemui di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Selasa (12/12/2017).

Rudiantara pun menuturkan peraturan pajak tersebut tidak akan memberikan dampak negatif pada industri digital karena memang saat ini minat masyarakat pada produk-produk digital sangat dominan.

Masyarakat pun diakui Rudiantara telah paham mengenai pembelian barang yang harus dikenakan pajak.

"Kalau menurut saya tidak (terganggu) karena bagaimanapun orang melakukan transaksi ada nilai tambahnya ya kena pajak dimana-mana seluruh dunia juga gitu," pungkas Rudiantara.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help