Isu Skandal Keuangan, Airbus Ganti Manajemen

Seorang sumber Bloomberg menyatakan, pucuk petinggi lini bisnis helikopter milik Airbus, Guillaume Faury, bakal menggantikan posisi Bregier.

Isu Skandal Keuangan, Airbus Ganti Manajemen
AL JAZEERA
Airbus saat ini tengah menjadi sorotan karena isu suap dan skandal keuangan. 

TRIBUNNEWS.COM, PARIS - Pabrikan pesawat terbang Airbus SE dikabarkan akan merombak besar-besaran jajaran puncak manajemen. Dua eksekutif tertinggi di perusahaan produsen pesawat terbang Eropa itu dikabarkan siap meletakkan jabatan. Perombakan ini terjadi di tengah kasak-kusuk kasus korupsi Airbus yang kini tengah diperiksa oleh otoritas Eropa.

Kedua eksekutif puncak Airbus yang siap meletakkan jabatan dan tidak akan mencalonkan lagi adalah Tom Enders, Chief Executive Officer (CEO) Airbus. Fabrice Bregier yang menjabat Chief Operating Officer (COO) Airbus juga akan mundur.

Enders, seperti disampaikan manajemen Airbus dan diberitakan Bloomberg, Jumat (15/12/2017) lalu, bersedia tidak menjabat dan mencalonkan lagi saat habis masa jabatannya pada tahun 2019. Sedangkan Bregier kemungkinan akan hengkang dari Airbus pada Februari mendatang.

Seorang sumber Bloomberg menyatakan, pucuk petinggi lini bisnis helikopter milik Airbus, Guillaume Faury, bakal menggantikan posisi Bregier. Ia juga digadang-gadang akan menggantikan posisi Enders tahun 2019.

Airbus
Airbus saat ini tengah menjadi sorotan karena isu suap dan skandal keuangan.

Namun kabar ini dibantah oleh Enders. Dia menyatakan masih akan bersama Airbus dalam waktu yang cukup panjang. "Laporan tentang hengkangnya saya masih terlalu dini," tutur Enders.

Enders telah 14 tahun memegang komando tertinggi dalam bisnis Airbus. Enders adalah tokoh kunci yang memimpin Airbus bersaing dengan Boeing dalam satu dekade terakhir.

Di bahwa kepemimpinan Enders pula, Airbus mampu bertahan sebagai produsen pesawat terbang terbesar di dunia.

Baca: Korea Selatan Tuduh Rezim Kim Jong Un Dalang di Balik Pencurian Cryptocurrency

Namun, Airbus saat ini tengah menjadi sorotan karena isu suap dan skandal keuangan. Perusahaan ini dikabarkan menggunakan perantara tak resmi dalam penjualan pesawat terbang.

Pihak berwenang Inggris dan Prancis juga menemukan ketidakakuratan dalam laporan penjualan teknologi persenjataan. Di sisi lain, pemerintah Austria sedang menyelidiki dugaan kecurangan dalam pembelian pesawat tempur dari Airbus.

Rentetan kasus di Airbus ini memaksa perusahaan tersebut merombak jajaran pimpinan.

Beberapa minggu lalu, Airbus mencopot John Leahy, kepala penjualan Airbus, dan mengganti dengan seorang eksekutif dari Rolls Royce. Tahun 2016, Airbus mencetak pendapatan US$ 79 miliar.

 
Reporter: Yuwono Triatmodjo 

Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help