Akuisisi Bank Danamon, OJK Minta Mitsubishi Penuhi Aturan

Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ Ltd (MUFG) akan mengakuisisi 73,8 persen saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ Ltd (MUFG) akan mengakuisisi 73,8 persen saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN).

Menanggapi hal tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), meminta agar MUFG sebagai perusahaan yang akan mengambil alih 73,8 persen saham BDMN harus memenuhi aturan yang ditetapkan OJK.

OJK mewajibkan MUFG memenuhi persyaratan dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 56/POJK.03/2016 Tentang Batas Maksimum Kepemilikan Saham pada Bank.

Dalam Pasal 6 Ayat 1 POJK Nomor 56/POJK.03/2016, disebutkan, badan hukum lembaga keuangan bank dapat memiliki saham Bank lebih dari 40 persen dari modal bank sepanjang memperoleh persetujuan dari OJK.

Namun, menurut Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana hingga saat ini, OJK belum mengeluarkan keputusan apapun terkait rencana MUFG yang akan mengakuisisi BDMN.

“Sepanjang pasal 56 ayat 6 itu dipenuhi pasti dengan syarat-syarat tertentu mereka bisa. Mereka harus penuhin dulu, baru boleh ke 40 persen,” ungkap Heru d Gedung BEI, Sudirman, Jakarta, Selasa (3/1/2018).

Heru menjelaskan, pihak MUFG sendiri belum resmi meminta izin untuk mengambil 73,8 persen saham. Tapi, mereka telah meminta restu ke OJK untuk mengambil 15 persen saham.

Heru menyebut, sepanjang MUFG memenuhi persyaratan, OJK akan mempertimbangkan rencana akuisisi tersebut.

“Belum (datang ke OJK), nanti kita lihat,” kata Heru.

Secara terpisah, Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh mengharapkan, jika akusisi terjadi, nantinya pemegang saham baru Danamon bisa memanfaatkan sumber-sumber pembiayaan yang di Indonesia.

Halaman
12
Penulis: Syahrizal Sidik
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help