Bangun 936 Panel Surya di Bendungan Jatibarang, Menteri PUPR Hadapi Kawanan Kera

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang membangun 936 panel surya di Bendungan Jatibarang

Bangun 936 Panel Surya di Bendungan Jatibarang, Menteri PUPR Hadapi Kawanan Kera
Kompas.com/Nazar Nurdin
Bendungan Jatibarang, Kota Semarang, Jawa Tengah. Bendungan ini dikalim sebagai bendungan pertama yang beroperasi di era Pemerintahan Jokowi, setelah pembangunan tahun 2009 lalu. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang membangun 936 panel surya di Bendungan Jatibarang. Diperkirakan listrik yang dapat dihasilkan sekitar 300 KWH yang akan digunakan untuk operasional bendungan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengakui cukup sulit membangun panel surya di Bendungan Jatibarang. Pasalnya ada banyak kera yang bermukim di wilayah tersebut.

"Banyak sekali satwa-satwa seperti kera. Hal ini menjadi tantangan dalam perawatan dan pengoperasian panel surya,” ungkap Menteri Basuki, di Jakarta, Rabu (3/1/2018).

Basuki menjelaskan pembangunan panel surya ini merupakan proyek percontohan dalam rangka mengoptimalkan aset bendungan. Pada pelaksanaannya panel surya tidak dipasang di tubuh bendungan saja, tapi nanti di badan-badan air bendungan,

"Sehingga tidak memerlukan pembebasan lahan,” kata Basuki.

Pembangunan panel surya akan direplikasi penerapannya di bendungan lainnya sehingga memenuhi kebutuhan listriknya sendiri untuk operasi bendungan.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Basuki mengakui pemandangan di Bendungan Jatibarang yang sangat bagus sehingga wajar jika kini menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Semarang.

Pembangunan Bendungan Jatibarang yang memiliki luas genangan 189 hektar dimulai sejak Oktober 2009 dan pada 4 Mei 2015 dikeluarkan izin operasinya oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Fungsi utama bendungan untuk penyediaan air baku dan pengendalian banjir di Kota Semarang yang melalui Kali Kreo, Kali Garang, dan Banjir Kanal Barat.

Dengan volume tampung total 20,4 juta meterkubik, pengurangan risiko banjir di Kota Semarang sebesar 2,7 juta meterkubik. Selain itu menjadi sumber air baku untuk wilayah Kota Semarang Barat sebesar 1.050 liter/detik.

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help