Jokowi: Kita Masih Miliki PR Kurangi Kemiskinan

Presiden Joko Widodo meminta jajaran menterinya untuk menjaga angka inflasi dan kestabilan harga bahan pokok

Jokowi: Kita Masih Miliki PR Kurangi Kemiskinan
KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
Presiden Joko Widodo menjawab sejumlah pertanyaan wartawan istana kepresidenan dalam acara berbuka bersama di Istana Negara, Jakarta, Senin (6/7/2015). Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah menteri Kabinet Kerja dan diisi dengan shalat berjamaah dengan wartawan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Presiden Joko Widodo meminta jajaran menterinya untuk menjaga angka inflasi dan kestabilan harga bahan pokok, guna mengurangi kemiskinan yang ada di Tanah Air.

Menurut Jokowi, pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah (PR) dalam mengurangi indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan, baik di perkotaan maupun di pedesaan.

"Karena itu saya ingatkan angka inflasi, stabilitas harga bahan-bahan kebutuhan pokok harus terus dikendalikan," ujar Jokowi saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (3/1/2018).

Selain itu, Jokowi juga meminta program beras sejahtera (rastra) dan program pangan non tunai yang rencananya didistribusikan pada awal 2018, segera dijalankan secara tepat waktu dan tepat sasaran.

Baca: Daihatsu Masih Belum Rilis Banderol Terios

"Kemudian, program cash for work, baik melalui skema dana desa atau melalui program padat karya‎ di Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertanian, Kementerian KKP harus segera dikerjakan, harus segera dijalankan," papar Jokowi.

Lebih lanjut Jokowi mengingatkan, dengan telah diserahkannya Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) pada akhir 2017 untuk kementerian dan lembaga, agar segera mengeksekusi program ataupun kegiatan kerja yang telah direncanakan dengan baik.

"Jangan sampai kebiasaan-kebiasaan lama, yang rutinitas yang monoton harus dibuang. Kita harapkan, sekali lagi kemiskinan, ketimpangan dan keterbelakangan bisa kita tuntaskan,"‎ ujar Jokowi.

Badan Pusat Statistik mencatat, persentasi penduduk miskin pada September 2017 sebesar 10,12 persen atau 26,58 juta orang, turun dibandingkan September 2016 sebesar 10,7 persen atau 27,76 juta orang.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help