Jonan Sebut Kereta Bandara Soetta Sudah Seperti Hongkong dan Singapura

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengaku Kereta Bandara Soekarno-Hatta sudah sesuai harapan dari berbagai sisi.

Jonan Sebut Kereta Bandara Soetta Sudah Seperti Hongkong dan Singapura
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta melintasi Stasiun Sudirman Baru, Jakarta, Selasa (26/12/2017). Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta resmi beroperasi pada 26 Desember 2017 dengan tarif promo Rp 30 ribu hingga 1 Januari 2018. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengaku Kereta Bandara Soekarno-Hatta sudah sesuai harapan dari berbagai sisi.

Hal itu disampaikan Jonan saat mencoba Kereta Bandara dari Stasiun Sudirman Baru Jakarta Pusat, Minggu (8/1/2018) malam sekitar pukul 19.21 WIB.

Baca: Mengenali Lima Gejala Awal Penyakit Diabetes pada Pria

Baca: Masyarakat Diminta Waspadai Kabar Hoax soal Pencarian Relawan Asian Games 2018

"Nyaman, interiornya juga sudah seperti kereta-kereta di luar negeri, stasiunnya juga sudah sesuai standar internasional seperti di Singapura dan Hongkong," ucap Dirut PT KAI pada 2009-2014 itu.

Jonan mengaku senang karena impiannya terwujud sejak ia merintis KA Bandara akhir 2011 saat menjabat Dirut PT KAI.

Adapun mengenai tarif kereta bandara sebesar Rp 70.000, Jonan menyebut, sudah cukup masuk akal mengingat kereta ini tidak disubsidi pemerintah. 

Kecepatan kereta juga diakuinya sudah cukup baik meskipun dia memiliki catatan tersendiri soal waktu transit di beberapa stasiun yang dianggapnya masih terlalu lama.

"Tiga sampai empat menit cukuplah di Stasiun Batu Ceper, dan menurut saya tidak perlu berhenti di Stasiun Duri, kalau bisa shortcut lebih bagus karena waktunya bisa lebih cepat," sebutnya.

Dia menilai kereta bandara yang beroperasi sejak akhir Desember 2017 itu sangat layak menjadi pilihan transportasi bagi masyarakat yang akan bepergian melalui Bandara Soekarno-Hatta. Jonan mengatakan ada tiga keuntungan dengan memilih kereta bandara yakni menurunkan konsumsi BBM, menghemat waktu, dan mengurangi polusi.

"Yang lain bagus, saya senang kok. Interior terutama sudah bagus dan nyaman," kata Ignasius Jonan.

Berita ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul: Jajal Kereta Bandara, Jonan Sebut Sudah Seperti Hongkong dan Singapura

Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help