HIMKI Bidik Devisa 200 Juta Dolar pada Ajang Pameran Furnitur di Jerman

IMM Cologne sendiri merupakan pameran terbesar furnitur di Eropa yang dihadiri 200 ribu buyers dari 120 negara.

HIMKI Bidik Devisa 200 Juta Dolar pada Ajang Pameran Furnitur di Jerman
TRIBUNNEWS.COM/SYAHRIZAL
Arief Suraso, Wakil Pemimpin Divisi Binsis Usaha Kecil BNI bersama dengan Sekjen HIMKI Abdul Sobur dan Kiryanto, Senior Vice President Division Head Corporate Secretary BNI saat jumpa pers di Kemenperin. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Syahrizal Sidik

TRIUNNEWS.COM, JAKARTA — Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) menargetkan perolehan devisa pada ajang pameran furnitur IMM Cologne yang diselenggarakan Koelnmesse Gmbh di Jerman senilai 200 juta dolar Amerika Serikat.

Pameran furnitur tersebut akan dihelat pada 15 — 21 Januari 2018. IMM Cologne sendiri merupakan pameran terbesar furnitur di Eropa yang dihadiri 200 ribu buyers dari 120 negara.

“Kami menargetkan transaksi saat acara berlangsung dan tindaklanjut dari pesanan di Eropa senilai 200 juta dolar AS,” kata Sekretaris Jenderal Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Abdul Sobur Rabu (10/1/2018) saat jumpa pers di Kementerian Perindustrian.

Baca: Farhat Abbas Sebut Vicky Prasetyo Marah Dibuka Kedoknya

Sobur menambahan, ini merupakan pameran kali keenam kali Indonesia berpartisipasi di ajang yang sama.

Namun, untuk kali pertama, di pameran IMM Cologne, empat perusahaan pelat merah Badan Usaha Milik Negara turut mensponsori ajang ini, antara lain, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT PLN, PT Bank Mandiri Persero Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk.

Tahun ini, Indonesia akan memamerkan berbagai produk furnitur dan kerajinan berkualitas dari 10 perusahaan yang sudah diseleksi secara ketat.

Perusaaan tersebut berasal dari berbagai daerah seperti Jabdetabek, Cirebon, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur.

“Pemilihan 10 perusahaan ini amat ketat, diseleksi dari 12 DPD HIMKI di 13 basis industri,” lanjut dia.

Sobur menyebut, ajang tersebut menjadi penting bagi Indonesia untuk bisa mendongrak ekspor mebel dan kerajinan Indonesia ke mancanegara.

Pasalnya, nilai ekspor mebel di tahun 2016 senilai 1,6 Miliar dolar turun 300 juta dolar AS dari periode yang sama di tahun 2015.

“Untuk itu, ajang ini penting untuk mendongrak kembali ekspor mebel dalam negeri di pasar global,” tambahnya.

Sementara itu, berdasarkan data nilai impor dunia terhadap produk furnitur di tahun 2014 tercatat sekitar 134 miliar dolar AS mengalami peningkatan sekitar 10,14 persen di tahun 2016 atau setara 148 miliar dolar AS.

“Kami menargetkan ekspor Indonesia di akhir 2019 bisa mencapai 5 miliar dolar AS sesuai dengan target pemerintah,” tukasnya.

Penulis: Syahrizal Sidik
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help