Pemerintah Targetkan Negosiasi Freeport Selesai Juni 2018

negosiasi ditargetkan selesai pada Juni 2018 sesuai dengan arahan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan.

Pemerintah Targetkan Negosiasi Freeport Selesai Juni 2018
Freeport Indonesia
Aktivitas pekerja di tambang bawah tanah di tambang PT Freeport Indonesia di Papua. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perundingan antara pemerintah dan PT Freeport Indonesia (PT FI) mengenai divestasi atau pengalihan saham yang ditargetkan selesai 2017 molor dan berlanjut hingga 2018.

Direktur Utama PT Indonesia Asahan Inalum (Persero) yang akan menjadi operator PT FI setelah divestasi, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan negosiasi ditargetkan selesai pada Juni 2018 sesuai dengan arahan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan.

"Ikut Pak Jonan, juni 2018 ya, ikut Pak Jonan," ungkap Budi Gunadi di kantor Kementerian Keuangan, Jumat (12/1/2018).

Baca: Kakek Ini Bertelanjang Dada Sambil Main Tenis Meja Saat Suhu Capai Minus 9 Derajat Celcius

Budi pun menjelaskan saat ini hasil negosiasi PT FI dan pemerintah Indonesia berlangsung sesuai dengan poin-poin yang ditargetkan.

Budi juga memastikan Freeport bakal menyerahkan 51 persen sahamnya kepada pemerintah Indonesia.

"Yang bisa saya sampaikan progresnya sudah bagus, Ibu Sri Mulyani (Menkeu) juga sudah menyampaikan bahwa kita tetap mengambil 51 persen saham PT FI," tutur Budi Gunadi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani, juga mengatakan saat ini salah satu poin pembahasan adalah mengenai partisipasi Rio Tinto yang saat ini memiliki perjanjian usaha patungan untuk mengerjakan proyek Grasberg dengan Freeport McMoran.

Dengan partisipasi tersebut, perusahaan tambang asal Australia itu berhak atas 40 persen hak partisipasi di aset tertentu dan 40 persen hak partisipasi untuk semua aset Grasberg hingga 2022 jika produksi emas, tembaga maupun perak mencapai level tertentu.

Setelah 2022 biaya produksi, pendapatan dan produksi Grasberg akan dibagi dua yakni PT FI 60 persen dan Rio Tinto 40 persen.

"51 persen saham akan dimiliki indonesia, apakah akan Participating Interest (hak partisipasi) nanti dikonversi jadi saham. Ini yang lagi di nego dan didiskusikan, ini gak bisa dijelaskan dulu," pungkas Sri Mulyani.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help