Sulit Memperluas Lahan Pertanian Bawang Putih

Sulitnya Indonesia terlepas dari importasi bawang putih, dinilai lebih karena ketiadaan pilihan.

Sulit Memperluas Lahan Pertanian Bawang Putih
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Warga yang telah menerima kupon berbelanja sembako pada Operasi Pasar yang diadakan di Perumahan Sadang Luhur, Kelurahan Sekeloa, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Kamis (2/6/2016). Pasar murah yang diselenggarakan Perum Bulog Divre Jabar ini untuk meminimalisir lonjakan harga sembako yang kerap terjadi menjelang Ramadan. Mobil OP ini menjual gula pasir Rp 12.000 per kg, beras Rp 7.900 per kg, bawang merah 13.000 per kg, minyak goreng Rp 11.500 per kg, daging sapi Rp 85.000 per kg, bawang putih Rp 29.000 per kg, dengan pembelian maksimal 2 kg. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sulitnya Indonesia terlepas dari importasi bawang putih, dinilai lebih karena ketiadaan pilihan. Lahan penanaman yang tidak bertumbuh signifikan menjadi salah satu penyebab utama produksi tak bisa menutupi kebutuhan.

“Kita perlu penambahan sekitar 50 ribu hektare lah. Nah, sekarang pertanyaannya, lahan yang dipakai itu lahan apa? Lahan yang mana?” kata Ketua Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (Pataka) Yeka Hendra Fatika melalui keterangannya, Selasa (13/2).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), luas lahan pertanian bawang putih di 2016 hanya mencapai 2.407 hektare (ha). Angka ini bahkan menurun 6,09% dibandingkan lahan bawang putih yang tercatat seluas 2.563 hektare pada 2015.

Baca: Bupati Subang yang Terjaring OTT KPK Gantikan Ojang yang Terjerat Kasus TPPU

Yeka menuturkan, bawang putih itu bukan jenis tanaman yang bisa cukup masif ditanam di negara tropis seperti Indonesia. Beberapa daerah memang cocok untuk dijadikan sentra bawang putih, contohnya di Lombok Timur-NTB, Temanggung-Jawa Tengah, Magelang-Jawa Tengah, juga di Sumatra Barat.

Sayangnya, di daerah-daerah tersebut pula, sebenarnya lahan bawah putih sudah mendekati maksimal digunakan. Sehingga, cukup sulit melakukan perluasan di kawasan-kawasan tersebut.

Di sisi lain, kebutuhan akan bawang putih ini pun dari tahun 2013—2017 terus bertumbuh. Rata-rata mencapai 8,78% per tahun. Menjadi kian ironis sebab di kala konsumsi meningkat, luas lahan tanam komoditas ini malah menyusut.

Dengan luasan lahan yang ada saat ini, tak heran jika produksi bawang putih lokal hanya berada di angka 21,15 ribu ton pada 2016. Tentunya ini jauh di bawah kebutuhan konsumsi nasional yang berdasarkan data Kementerian Pertanian (Kementan) rata-rata mencapai 1,63 kilogram per kapita tiap tahun.

Berita Ini Sudah Dipublikasikan di Kompas.com, dengan judul: Pengamat: Sulit memperluas lahan pertanian bawang putih

Editor: Sanusi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help