Go-Jek Minta Pengguna Waspada Terhadap Aksi Penipuan

mengimbau kepada para pengguna aplikasi Go-Jek untuk tetap berhati-hati dan waspada terhadap undian yang mengatasnamakan Go-Jek

Go-Jek Minta Pengguna Waspada Terhadap Aksi Penipuan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pengemudi GO-JEK mengikuti pelatihan penanganan korban bencana kepada di atas KRI Banjarmasin yang bersandar di Kolinlamil Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (27/9/2017). Sebanyak 200 mitra pengemudi GO-JEK mengikuti seminar pelatihan serta penanganan korban bencana yang diadakan oleh Rumah Sakit Angkatan Laut Mintohardjo dalam rangka ulang tahun yang ke-60 serta peringatan Hari Kesehatan TNI AL dengan tema 2nd Jakarta Emergency Care 2017 Current Emergency Care- Disaster and Diabetic. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Go-Jek, penyedia layanan on-demand berbasis aplikasi, mengimbau kepada para pengguna aplikasi Go-Jek untuk tetap berhati-hati dan waspada terhadap undian yang mengatasnamakan Go-Jek dan Go-Pay.

Hal ini disampaikan Go-Jek melalui newsletter terbaru mereka dengan judul "Wawancara Kang Tipu: Pura-Pura Bilang Dapet Undian".

"Artikel tersebut merupakan salah satu bentuk sosialisasi kepada kami kepada pengguna Go-Jek untuk waspada terhadap berbagai teknik penipuan yang digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab," kata Budi Gandasoebrata, Chief of Compliance Officer Go-Pay, dalam keterangan tertulis, Selasa (20/2/2018).

"Kami terus melakukan berbagai edukasi dan sosialisasi kepada pelanggan untuk tetap waspada. Sosialisasi ini kami lakukan melalui berbagai saluran komunikasi diantaranya blog, newsletter dan in-app message. Bahkan, di setiap SMS kode otentifikasi, kami juga meminta pengguna untuk tidak memberikannya pada orang lain," ujar Budi.

Dia menambahkan, kode otentifikasi yang dipakai Go-Jek adalah kode otentifikasi sekali pakai dan sama seperti yang ditetapkan oleh Bank atau penerbit kartu kredit.

Kode otentifikasi tersebut berbeda-beda setiap kali pengguna berusaha masuk atau login ke aplikasi Go-Jek, dan dikirimkan langsung ke nomor yang terdaftar di Go-Jek.

Budi juga meminta pelanggan untuk terus waspada dan hati-hati terhadap oknum yang mengaku dari Go-Jek.

"Bila ada orang yang mengaku dari Go-Jek dan mengiming-imingi hadiah, kami minta pelanggan untuk tidak percaya dan segera melaporkannya ke customer service kami."

"Kami di Go-Jek dan Go-Pay tidak pernah mengadakan undian atau pemberian hadiah apapun kepada pelanggan, apalagi dengan meminta kode verifikasi melalui SMS atau telepon," kata Budi.

Bila ada SMS masuk dari Go-Jek yang berisi kode otentifikasi tanpa pelanggan pernah log-out dari aplikasi di handphonenya, pelanggan patut curiga. "Ini berarti ada oknum yang tidak bertanggung jawab yang mencoba mengakses aplikasi Go-Jek pelanggan dari handphone lain," kata Budi.

Kode otentifikasi tersebut, lanjut Budi, bersifat rahasia dan jangan diberikan kepada pihak manapun. Go-Jek tidak pernah meminta pelanggan memberikan kode otentifikasi. "Kami tidak pernah meminta kode otentifikasi ini dengan alasan apapun," ungkapnya.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help