Produksi Listrik Over Supply, Kapasitas PLTU Kini Dipangkas

Sebelumnya, kapasitas PLTU sebesar 78.000 megawatt (MW), tapi kini turun menjadi 56.000 MW.

Produksi Listrik Over Supply, Kapasitas PLTU Kini Dipangkas
Tribun Kaltim/Muhammad Arfan
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PT Sumber Alam Sekurau di Desa Apung, Kalimantan Utara. 

Laporan Reporter Kontan, Pratama Guitarra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Revisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) tahun 2018–2027 belum selesai, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) malah mencatat ada perubahan kapasitas pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Sebelumnya, kapasitas PLTU sebesar 78.000 megawatt (MW), tapi kini turun menjadi 56.000 MW.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andy Noorsaman Sommeng mengatakan, perubahan ini dilakukan pemerintah sebagai adjustment atas permintaan dan penawaran.

Namun, dia menambahkan, pembangkit yang kapasitasnya terpangkas itu tetap masuk kedalam potensi pengembangan listrik.

"Angka itu kita adjust lagi kita lihat satu-satu. Yang terpangkas bisa masuk potensi, ada juga yang dikeluarkan. Kan, banyak yang dulu mendapat izin hanya dagang izin saja," terangnya di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (7/3/2018).

Ia menegaskan pengurangan kapasitas listrik tersebut tidak mengurangi rencana target megaproyek 35.000 MW yang sedianya rampung tahun 2019 mendatang.

Hanya saja, ada beberapa proyek yang disesuaikan sembari menunggu proyek transmisi listrik bisa diselesaikan.

"Intinya ada yang disesuaikan dan ada yang dipercepat, tergantung dari supply and demand. Jangan sampai kita sudah bangun tiba-tiba transmisinya tidak selesai," ujarnya.

Pemangkasan kapasitas juga terjadi pada pembangkit listrik energi baru dan terbarukan (EBT) dari yang sebelumnya 21.000 MW menjadi 14.000 MW.

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help