Satgas Pangan: Faktor Cuaca Pengaruhi Naiknya Harga Bawang dan Cabai

Satgas Pangan menyatakan sudah mengirim tim mengecek ke daerah-daerah penghasil cabai dan bawang.

Satgas Pangan: Faktor Cuaca Pengaruhi Naiknya Harga Bawang dan Cabai
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Eulis (52), pedagang sayur melayani pengunjung yang membeli cabai rawit merah di Pasar Astanaanyar, Jalan Astanaanyar, Kota Bandung, Senin (26/2/2018). Sejak sebulan terakhir harga cabai rawit merah di pasar ini naik dari Rp 32.000 menjadi Rp 45.000 per kilogram. Kenaikan harga tersebut dipicu hasil panen di petani yang turun drastis akibat banyak bunga dan buah cabai yang busuk lantaran terus menerus diguyur hujan. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto, selaku Satgas Pangan, mengatakan terus menyelidiki penyebab naiknya harga bahan pangan seperti bawang dan cabai di sejumlah daerah.

Setyo menyebut ada sejumlah faktor yang menyebabkan harga bahan pangan naik. Salah satunya, kenaikan itu biasanya disebabkan karena pasukan yang terganggu atau distribusi terganggu.

"Kalau sekarang naik, naiknya di mana, nanti dilihat. Karena memang kenaikan harga itu ada beberapa faktor, mulai dari pasokan, rantai distribusinya atau kendala apa," ujar Setyo, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (13/3/2018).

Adapun terkait masalah cabai dan bawang, ia menjelaskan faktor cuaca dan pasokan terganggu menjadi penyebab kenaikan harga keduanya.

Satgas Pangan menyatakan sudah mengirim tim mengecek ke daerah-daerah penghasil cabai dan bawang.

Namun, harga cabai mengalami kenaikan, jelas dia, lebih dikarenakan faktor cuaca. Ia menyebut komoditas cabai hanya bertahan tiga hari, dan bila cuaca buruk, tidak sempat dipanen dalam tiga hari tentunya akan rusak.

Baca: PKS Tunggu Keputusan Gerindra untuk Usung Prabowo Tantang Jokowi di Pilpres 218

Baca: Sosok Mr H, Konglomerat Asal Kalimantan yang Disebut-sebut Kekasih Lengket Syahrini

Itu pun berimbas kepada berkurangnya pasokan, sehingga tak ayal pasokan atau pendistribusian pun akan terganggu.

"Kalau cabai karena cuaca. Kemarin kami cek ke Magelang, Temanggung, Wonosobo, Blitar, itu agak terganggu karena cuaca," kata Setyo.

"Untuk komoditas cabai dan bawang, karena hujan. Di Jawa Tengah kan Brebes malah banjir. Kalau banjir ya rusak (lahan bawang). Pengelolaan pascapanen kan penting. Kalau habis panen nggak segera diolah kan rusak," imbuhnya.

Menurutnya, jika cuaca kurang panas pun, menyebabkan bawang merah cepat kisut. Tak berbeda pula dengan cabai yang bila tak segera didistribusikan akan mengalami hal yang sama.

"Kan kalau cuaca kurang panas, bawang merah cepat kisut. Cabai juga demikian, tiga hari nggak didistribusi, kisut dia," tukasnya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved