BPS: Neraca Perdagangan RI Surplus 1,09 Miliar Dolar AS

BPS menyatakan neraca perdagangan Indonesia sepanjang Maret 2018 mengalami defisit sebesar 1,09 miliar dolar AS.

BPS: Neraca Perdagangan RI Surplus 1,09 Miliar Dolar AS
Tribunnews/JEPRIMA
Suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Indonesia, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (7/3/2018). Kegiatan penimbangan peti kemas ekspor di pelabuhan atau verifikasi berat kotor kontainer ekspor/verified gross mass (VGM) di Pelabuhan Tanjung Priok bakal melibatkan PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) sebagai penerbit dokumen sertifikasi VGM. Saat ini, di Pelabuhan Tanjung Priok terdapat lima pengelola fasilitas terminal ekspor impor yakni JICT, TPK Koja, Terminal Mustika Alam Lestari (MAL), Terminal 3 Priok, dan New Priok Container Terminal-One (NPCT-1). Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTABadan Pusat Statistik menyatakan neraca perdagangan Indonesia sepanjang Maret 2018 mengalami surplus sebesar 1,09 miliar dolar AS. Hal ini mencatatkan rekor setelah dua bulan terakhir secara berturut-turut mengalami defisit.

Direktur Statistik Distribusi Anggoro Dwitjahyono mengakui, neraca dagang mencacatkan surplus lantaran pertumbuhan nilai ekspor lebih tinggi daripada impor.

“Nilai neraca perdagangan Indonesia Maret 2018 mengalami surplus 1,09 miliar dolar AS dipicu oleh surplus sektor nonmigas 2,02 miliar dolar AS, walaupun neraca perdagangan sektor migas defisit 0,92 miliar dolar AS,” kata Anggoro dalam Berita Resmi Statistik yang diterbitkan BPS, Senin (16/4/2018).

BPS mencatat, nilai ekspor Indonesia sepanjang Maret 2018 mencapai 15,58 miliar dolar AS atau meningkat 10,24 persen dibanding ekspor Februari 2018.

Sementara itu, ekspor nonmigas Maret 2018 mencapai 14,24 miliar, naik 11,77 persen dibanding Februari 2018.

Ada pun, nilai impor Indonesia pada Maret 2018 mencapai 14,49 miliar atau naik 2,13 persen dibanding Februari 2018.

Impor nonmigas Maret 2018 mencapai 12,23 miliar dolar AS atau naik 2,30 persen dibanding Februari 2018, sementara jika dibanding Maret 2017 meningkat 11,08 persen.

“Impor migas Maret 2018 mencapai 2,26 miliar dolar AS atau naik 1,24 persen dibanding Februari 2018,” kata dia.

Anggoro menambahkan, peningkatan impor nonmigas terbesar Maret 2018 dibanding Februari 2018 adalah golongan mesin dan pesawat mekanik yakni sebesar 286,9 juta dolar AS, sedangkan penurunan terbesar adalah golongan mesin dan peralatan listrik sebesar 153,1 juta dolar AS.

Tercatat, nilai impor semua golongan penggunaan barang baik barang konsumsi, bahan baku/penolong dan barang modal selama Januari–Maret 2018 mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing 22,08 persen, 18,35 persen, dan 27,72 persen.

Penulis: Syahrizal Sidik
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help