Menteri Airlangga: Pemerintah Segera Laksanakan Riset Inovasi Industri

Kelima sektor tersebut yakni makanan dan minuman, elektronik, otomotif, tekstil dan footwear, serta kimia.

Menteri Airlangga: Pemerintah Segera Laksanakan Riset Inovasi Industri
Istimewa
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah berkomitmen untuk membangun industri manufaktur yang berdaya saing global melalui implementasi industri 4.0.

Menurutnya, ada lima sektor manufaktur yang akan didorong di era industri 4.0.

Baca: Dalam Kasus Setya Novanto, Dokter Bimanesh Justru Merasa Dikorbankan Rumah Sakit

Kelima sektor tersebut yakni makanan dan minuman, elektronik, otomotif, tekstil dan footwear, serta kimia.

Untuk mengakselerasi pertumbuhan sektor manufaktur, Airlangga mengatakan, salah satu strategi yang akan dilakukan pemerintah yakni mendorong kegiatan riset inovasi industri.

"Karena manufaktur tanpa inovasi akan sulit melonjak," katanya dalam acara dialog industri di Hotel Shangri-la Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Menurutnya, pemerintah saat ini tengah menyiapkan skema insentif pajak baru yang ditujukan bagi kegiatan riset inovasi di industri.

Kementerian Perindustrian mengusulkan insentif berupa pemotongan pajak sebesar 300 persen bagi perusahaan yang melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan di sektor-sektor prioritas.

Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, ada sebuah studi yang memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya akan mentok di angka 5,5 persen dengan kondisi daya saing dan iklim usaha saat ini.

Menurut studi tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia sulit tumbuh lebih tinggi lagi karena sektor manufakturnya tidak memiliki terobosan.

Sektor manufaktur, kata Bambang, menjadi penentu karena ia tidak hanya berkaitan dengan industri, tetapi mencakup keseluruhan aspek perekonomian di sebuah negara.

"Kita tidak bisa anggap remeh manufaktur. Harus ada terobosan di sektor ini," ujarnya.

Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help