Penguatan Bursa Saham Asia Diprediksi Kerek Laju IHSG

Pasca terjadinya aksi jual yang membuat laju IHSG melemah, laju IHSG kembali mampu menguat di awal pekan ini.

Penguatan Bursa Saham Asia Diprediksi Kerek Laju IHSG
Tribunnews/JEPRIMA
Pialang memperhatikan pergerakan saham di kantor Danareksa Sekuritas 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Selasa (17/4/2018) diprediksi kembali melanjutkan penguatannya. Hal itu seiring kembali menguatnya indeks saham Asia dibarengi dengan guyuran sentimen positif dari dalam negeri.

Sebelumnya, pada penutupan perdagangan kemarin, indeks tercatat naik 16,42 poin atau 0,26 persen berada di atas pelemahan sebelumnya yang turun 40,48 poin atau 0,64 persen. Pelaku pasar asing mencatatkan aksi jual bersih Rp 551,16 miliar dari sebelumnya Rp 620,72 miliar.

Analis Senior Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada mengatakan pasca terjadinya aksi jual yang membuat laju IHSG melemah, laju IHSG kembali mampu menguat di awal pekan ini.

Reza bilang, kembali menguatnya sejumlah indeks saham Asia yang dibarengi dengan adanya sejumlah berita-berita positif dari emiten terkait perkiraan kinerja kuartal pertama, pembagian dividen, hingga rencana ekspansi membuat laju IHSG mampu memanfaatkan kenaikan tersebut sehingga dapat berbalik positif.

Di sisi lain, kata dia, adanya rilis surplus neraca perdagangan Indonesia oleh BPS dimana dilaporkan surplus 1,09 miliar dolar AS turut memberikan sentimen positif di pasar.

“Diperkirakan IHSG akan berada di kisaran support 6258-6272 dan resisten 6295-6314,” ungkap Reza dalam risetnya.

Akan tetapi, menurutnya kenaikan ini kembali harus diuji ketahanannya untuk mendukung kenaikan lanjutan dari IHSG seiring masih variatifnya sentimen yang ada.

Sementara itu, Vice President Research Department Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya berpendapat, pergerakan IHSG berpotensi kembali menguat.

“IHSG diprediksi bergerak di kisaran support 6.171 dan resisten 6.389,” pungkas William.

Penulis: Syahrizal Sidik
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help