Rupiah Masih Rentan Terhadap Pelemahan

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa (17/4/2018) diprediksi masih kembali melanjutkan tren pelemahan

Rupiah Masih Rentan Terhadap Pelemahan
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Petugas perbankan memperlihatkan uang kertas dolar di tempat penukaran uang asing di Jalan Juanda, Medan, Sumatera Utara 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa (17/4/2018) diprediksi masih kembali melanjutkan tren pelemahan.

Dalam catatan Bloomberg, pagi ini mata uang garuda menguat ke level Rp 13.768 per dolar AS dari pelemahan sebelumnya di posisi Rp 13.780 per dolar AS.

Analis Senior Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada mengatakan, rupiah kembali melemah meski dibarengi juga dengan pelemahan dolar AS. Pergerakan laju dolar AS yang berbalik melemah seiring harapan pelaku pasar terhadap tidak akan berkembangnya ancaman perang global pasca penyerangan AS dan sekutunya ke Suriah.

Kata Reza, adanya sejumlah sentimen positif seperti surplusnya neraca perdagangan Indonesia senilai 1,09 miliar dolar AS; turunnya defisit anggaran APBN ke level 0,58 persen dibandingkan tahun lalu sebesar 0,76 persen terhadap PDB 2017; hingga adanya proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Q1-18 oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani tidak juga mampu membuat laju rupiah kembali menguat.

“Meski terdapat sejumlah sentimen positif tampaknya belum sepenuhnya terserap oleh rupiah yang kembali berbalik melemah,” ungkap Reza, dalam risetnya.

Reza memprediksi, nilai tukar mata uang garuda akan bergerak pada kisaran support Rp 13.783 dan resisten Rp 13.763 per dolar AS.

Penulis: Syahrizal Sidik
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved