Toko Buku Aksara Tutup, Peritel: Sekarang Beli Buku Sudah Online

Toko buku Aksara memutuskan untuk menutup dua gerainya di pusat perbelanjaan Cilandak Town Square dan Pacific Place, Jakarta.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Toko buku Aksara memutuskan untuk menutup dua gerainya di pusat perbelanjaan Cilandak Town Square dan Pacific Place, Jakarta. Manajamen menyatakan saat ini hanya akan melanjutkan berfokus pada toko yang berlokasi di Kemang, Jakarta Selatan.

Manajamen mengakui, menjalankan bisnis ritel khususnya buku fisik terlebih lagi impor bukan hal yang mudah di tengah gempuran teknologi digital yang mengadirkan penjualan buku secara daring.

"Penjualan ritel buku bukan lah hal yang mudah di Jakarta atau dimana pun di dunia. Tim kami menghadapi tantangan selama lebih dari 17 tahun,” kata manajemen Aksara di akun twitternya.

Menjelang penutupan toko Aksara di Pacific Place, SCBD misalnya, manajemen menghelat “closing down sale” pada 14 April 2018 lalu yang diumumkan melalui akun Instagram @aksaraindonesia. Sedangkan, toko Aksara di Cilandak sudah tutup sejak 6 April 2018 lalu.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta menyatakan, saat ini memang ada beberapa bisnis tertentu yang sangat rentan dengan adanya kemajuan teknologi.

Tutum menjelaskan, kemudahan yang dihadirkan toko daring (e-commerce) yang menjual buku-buku impor menjadi pesaing berat bagi pelaku usaha ritel yang masih menjual buku fisik.

“Ada bisnis tertentu yg sngt rentan terhadap kemajuan teknologi, karena sekarang beli buku mudah di-onlinekan,” kata Tutum saat dihubungi Tribunnews.com, Senin (17/4/2018).

Tutum mengakui, memang harga fisik buku impor harganya relatif lebih mahal di luar kemampuan daya beli masyarakat.
Oleh karena itu, kata dia, masyarakat memilih dengan mengunduh versi digital langsung dari internet dan membacanya melalui gawai pribadi.

“Sekarang baca bisa melalui perangkat elektronik,” imbuh dia.

Tutum menambahkan, dengan kondisi seperti tersebut sudah seharusnya manajemen bisa mengalihkan ke bisnis lain. Semisal, kendati tak lagi menjual buku di pusat perbelanjaan, tetapi menjualnya melalui toko buku daring.

“Banyak yang bisa diadakan penyesuaian, tapi ada yang tidak bisa dipertahankan karena kemajuan teknologi,” pungkas Tutum.

Penulis: Syahrizal Sidik
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help