Garuda Indonesia Diminta Tak Lagi Merugi

Kementerian Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) mengharapkan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk tidak lagi menderita kerugian

Garuda Indonesia Diminta Tak Lagi Merugi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sejumlah crew Garuda Indonesia berfoto bersama dengan latar belakang pesawat Boeing 747-400 milik PT Garuda Indonesia di Hanggar 4 GMF, Tangerang, Banten (9/10/2017). Maskapai penerbangan Garuda Indonesia mempensiunkan pesawat Boeing 747-400 dengan nomor registrasi PK-GSH, setelah mengoperasikan pesawat tersebut sejak tahun 1994. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) mengharapkan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk tidak lagi menderita kerugian. Caranya adalah Garuda harus melakukan serangkaian efisiensi dan perbaikan pada kinerja.

"Kita harapkan tidak rugi. Kita memantau tiap bulan, bahkan tiap dua minggu, kita pantau kinerja dan sistem yang ada di dalamnya," jelas Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Jasa Konsultasi Kementerian BUMN Gatot Trihargo di sela-sela acara ulang tahun PT Taspen (Persero) di Jakarta, Minggu (22/4/2018).

Gatot mengungkapkan, Garuda pun diminta untuk fokus pada rute-rute yang tidak rugi. Sementara itu, untuk rute-rute yang rugi dipertimbangkan untuk ditutup.

Hal ini belajar dari pembukaan rute penerbangan Garuda Jakarta-London PP. Gatot mengatakan, ketika akan membuka rute tersebut, Menteri BUMN Rini M Soemarno meminta apabila rute tersebut tidak menguntungkan, lebih baik dilakukan peninjauan ulang.

Baca: BMW Pamer Garasi Canggih yang Jadi Kandang Mobil Listrik

"Daripada kita (Garuda) merugi, daripada kita support di luar negeri tapi mensubsidi dari dalam negeri, lebih baik fokus di dalam negeri," ungkap Gatot.

Fokus ke haji dan umrah Gatot pun menyebut, Garuda juga diminta untuk fokus pada penerbangan haji dan umrah.

Hal ini dilakukan untuk menekan kerugian yang diderita maskapai flag carrier tersebut. Di samping itu, melihat kondisi Indonesia, pengangkutan jamaah haji dan umrah merupakan pasar yang paling besar dan amat menjanjikan.

Apalagi, selama ini pasar yang menjanjikan itu malah lebih banyak dipegang oleh maskapai-maskapai asing.

"Fokus kita target market untuk umrah 1 juta orang, untuk haji 200.000-an orang. Itu market yang luar biasa, tinggal Garuda mau memanfaatkan atau tidak," terang Gatot.

Selain itu, Gatot juga memandang, apabila Garuda serius menggarap pasar haji dan umrah, maka optimalisasi armada pun dapat terwujud. Pesawat-pesawat berbadan lebar (wide body) yang dimiliki Garuda, yakni Airbus A330 dan Boeing 777.

"(Pesawat) wide body bisa dipakai untuk rute-rite yang sibuk seperti Jakarta-Singapura dan umrah. (Boeing) 777 bisa dipakai (untuk penerbangan) umrah, supaya Garuda persentase ke umrah bisa lebih besar," tutur Gatot.

Sepanjang tahun 2017, Garuda menderita kerugian bersih (net loss) sebesar 213,4 juta dollar AS. Padahal, pada periode yang sama tahun sebelumnya, Garuda membukukan keuntungan sebesar 9,4 juta dollar AS.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kementerian BUMN Ingin Garuda Indonesia Tak Lagi Merugi"

Editor: Sanusi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved