Petani Ungkap Praktik Jual Beli Kuota Wajib Tanam

Ada juga kejanggalan pada realisasi wajib tanam 5 persen dari kuota impor sebagai disayaratkan pada regulasi tersebut.

Petani Ungkap Praktik Jual Beli Kuota Wajib Tanam
Grid.ID
Bawang Putih 

TRIBUNNEWS.COM - Dugaan penyelewengan realisasi Permentan Nomor 38/2017 tentang rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur ternyata tidak hanya pada pemotongan jatah benih bawang putih yang disalurkan melalui PT Pertani.

Ada juga kejanggalan  pada realisasi wajib tanam 5 persen dari kuota impor sebagai disayaratkan pada regulasi tersebut.

Sejumlah kelompok tani di wilayah itu mengungkap praktik jual-beli kuota tanam petani oleh importir untuk mengelabui kewajiban.

Baca: Oknum Guru Tersangka Ujaran Kebencian Ber-KTP di Pontianak tapi Tidak Ada yang Mengenalnya

Ketua Kelompok Orong Sorga Sinawarni menuturkan di tengah musim tanam bawang putih 2017 di Sembalun, pemerintah memang melaksanakan kewajibannya untuk memverifikasi wajib tanam dari para importir.

Hanya saja hal itu tidak secara konsisten dilakukan. Akibatnya muncul  tawaran pembelian kuota lahan bawang putih dari para importir bermunculan di tengah masyarakat petani.

"Dari pada kita disuruh tanam, lebih baik kita beli kuota tanam petani, dengan begitu, kewajiban tanam 5 persen sudah terlaksana," ujarnya menirukan ucapan salah satu importir, Rabu (16/5/2018).

Kondisi itu menurut Sinawarni disebabkan oleh lemahnya pengawasan dari pihak pemerintah, baik dari Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur maupun Dirjen Hortikultura Kementan RI.

"Jadi pemerintah ini hanya melaksanakan tugas begitu saja, datang dan cek dimana lahan perusahaan. Setelah mendapatkan verifikasi di lapangan, mereka balik, tugas selesai," ucapnya.

Terhadap dugaan pemotongan jatah bawang putih, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, menyatakan akan mengusutnya.  

Apalagi, pemerintah menarik anggaran sebesar Rp100 miliar dari dana APBN-P 2017 untuk penyerapan benih bawang putih lokal di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur.

Halaman
12
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help