Freeport Indonesia

Izin IUPK Sementara Freeport Akan Habis 4 Juli 2018

Artinya, berakhirnya IUPK, kegiatan ekspor konsentrat Freeport Indonesia juga harus berakhir.

Izin IUPK Sementara Freeport Akan Habis 4 Juli 2018
ISTIMEWA
Aktivitas tambang PT Freeport Indonesia di Grasberg, Papua. 

Laporan Reporter Kontan, Pratama Guitarra 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Sementara yang saat ini dipegang PT Freeport Indonesia (PTFI) berakhir bulan depan. Tepatnya, 4 Juli 2018.

Artinya, berakhirnya IUPK, kegiatan ekspor konsentrat Freeport Indonesia juga harus berakhir.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM Bambang Susigit mengatakan, jika status IUPK sementara Freeport Indonesia Setelah IUPK berakhir, Freeport Indonesia akan kembali memakai status Kontrak Karya (KK).

"Yang pasti berakhir. Logikanya kalau berakhir harus mengajukan perpanjangan," ujar Bambang Susigit kepada Kontan.co.id, Minggu (10/6/2018).

Menurutnya, Dirjen Minerba yakni Bambang Gatot Ariyono akan menentikan syarat-syaratnya perpanjangan.

Asal tahu saja, status IUPK Sementara dibuat Menteri ESDM agar Freeport bisa ekspor kembali paska dihentikan ekspornya pada awal tahun 2017 lalu, sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 01/2017 tentang Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).

Hanya, Menteri ESDM menerbitkan Permen ESDM No 6 tahun 2017 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pemberian Rekomendasi Pelaksanaan Penjualan Mineral Keluar Negeri Hasil Pengolahan dan Pemurnian. Aturan ini mengakomodiasi ekspor Freeport dengan syarat berubah menjadi IUPK sementara.

Kementerian ESDM mengklaim pemberian status IUPK Sementara itu untuk menyelesaikan empat hal negosiasi yang belum tuntas.

Misalnya, kewajiban divestasi 51% saham, wajib membangun smelter, perpajakan dari nailedownmenjadi prevailling dan perubahan status IUPK.

Baca: Empat Butir Kesepakatan Donald Trump dan Kim Jong Un

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help