Dibayangi Sentimen Perang Dagang AS - China, Rupiah Diprediksi Kembali Tertekan

nilai tukar terhadap dolar Amerika Serikat ditransaksikan di level Rp 13.923 per dolar AS.

Dibayangi Sentimen Perang Dagang AS - China, Rupiah Diprediksi Kembali Tertekan
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Tampilan uang NKRI baru di Gedung Bank Indonesia, Senin (19/12/2016). Bank Indonesia meluncurkan uang NKRI baru dengan menampilkan 12 pahlawan nasional, Adapun uang desain baru yang diluncurkan hari ini mencakup tujuh pecahan uang rupiah kertas dan empat pecahan uang rupiah logam. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Gerak nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS diprediksi kembali mengalami tekanan imbas adanya sentimen kembali memanasnya perang dagang antara AS dengan China.

Berdasarkan data RTI Infokom, pada Rabu (20/6/2018), nilai tukar terhadap dolar Amerika Serikat ditransaksikan di level Rp 13.923 per dolar AS.

Sementara, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia mencatat, nilai tukar rupiah hari ini berada di posisi Rp 13.902 per dolar AS.

Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, pergerakan rupiah diprediksi akan cenderung kembali tertekan.

Tekanan tersebut, kata Reza terimbas adanya potensi kembali terjadinya perang dagang antara AS dan Tiongkok setelah AS berencana mengenakan tarif 10 persen terhadap sejumlah barang-barang impor Tiongkok senilai 200 miliar dolar AS sebagai lanjutan dari pengenaan barang-barang impor Tiongkok senilai 50 miliar dolar AS.

Menurut Reza, adanya pertemuan G-7 juga memicu kekhawatiran membuat permintaan atas mata uang safe haven meningkat setelah adanya twitter Presiden Trump yang menyerang pemimpin Kanada dan Uni Eropa.

“Sentimen tersebut berimbas pada pergerakan Rupiah yang kian terdepresiasi,” kata Reza dalam risetnya.

Reza menambahkan, permintaan akan sejumlah mata uang safe haven diperkirakan akan kembali meningkat sehingga dikhawatirkan Rupiah akan cenderung kembali tertekan.

“Rupiah diestimasikan akan bergerak dengan kisaran support Rp 13.930 dan resisten Rp 13.914 per dolar AS,” pungkas Reza.

Penulis: Syahrizal Sidik
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved