Soal Tuntutan Pilot Garuda, Menteri Luhut: Pemerintah dan Pekerja Harus Introspeksi

Luhut pastikan tuntutan para pilot bisa diselesaikan bulan ini. Semua poin tuntutan sudah didiskusikan, terutama yang menyangkut kepentingan nasional.

Soal Tuntutan Pilot Garuda, Menteri Luhut: Pemerintah dan Pekerja Harus Introspeksi
Tribunnews.com
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan saat ditemui di Kantor Kemenkomaritim, Jakarta Pusat, Senin (25/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim khusus Pemerintah gelar pertemuan lanjutan di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta Pusat, Senin (25/6/2018). Yang mereka bahas, yakni tuntutan pilot Garuda Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan sebagai ajang introspeksi baik dari Pemerintah maupun dari pihak Garuda.

"Saya kira bagus untuk pertemuan terbaru, ada ya tentu Pemerintah harus koreksi diri juga, tapi juga dari asosiasi serikat pekerja enggak boleh semaunya," ungkap Luhut saat ditemui di Kantor Kemenkomaritim, Jakarta Pusat, Senin (25/6/2018).

Luhut memastikan tuntutan para pilot bisa diselesaikan bulan ini, karena semua poin tuntutan sudah didiskusikan terutama yang menyangkut kepentingan nasional seperti operasional Garuda.

"Jadi sudah kita sebutkan saya beri waktu lagi untuk teknis negosiasikan antara sekarang ke Jumat. Ya mudah-mudahan bisa ketemu titik temu," kata Luhut.

Sedangkan untuk gaji para pilot, Luhut menyebutkan upah yang saat ini didapatkan pilot berkisar Rp 75 juta sampai Rp 150 juta sudah sesuai.

"Kalau bicara semua kepentingan nasional, enggak ada masalah. Kan selalu masalah itu mengenai gaji. Nah gaji pilot kita kan bagus antara 75 sampai 150 juta, jadi gak ada masalah gaji," ungkap Luhut.

Adapun tuntutan pilot kepada Garuda Indonesia adalah meminta adanya perombakan direksi Garuda karena dianggap tidak sesuai dengan peraturan penerbangan sipil Republik Indonesia atau Civil Aviation Safety Regulation.

Pada peraturan ditetapkan enam orang sedangkan direksi garuda saat ini berjumlah sembilan orang.

Seharusnya susunan direksi hanya terdiri dari direktur utama, direktur operasional, direktur keuangan, direktur teknik, direktur komersial, dan direktur personalia.

Sedangkan saat ini perusahaan yang dipimpin oleh Pahala Mansury itu juga memiliki direktur kargo, direktur pelayanan, dan direktur produksi.

Pergantian direksi juga dituntut mengutamakan pegawai yang berasal dari internal Garuda Indonesia.

Selain itu, kondisi keuangan Garuda juga menjadi perhatian para pekerja dan pilot.

Jika tuntutan tidak terpenuhi maka pilot mengancam akan melakukan aksi mogok kerja di minggu kedua Juli 2018.(*)

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved