Rokok Elektrik Bakal Dikenai Cukai 57 Persen dari Harga

Pemerintah menunda realisasi pungutan cukai terhadap likuid rokok elektrik (vape).

Rokok Elektrik Bakal Dikenai Cukai 57 Persen dari Harga
YouTube
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah menunda realisasi pungutan cukai terhadap likuid rokok elektrik (vape).

Sebelumnya pemerintah berencana menarik cukai vape sebesar 57% mulai 1 Juli 2018, namun kemudian diundur menjadi berlaku mulai 1 Oktober 2018.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemkeu) Nugroho Wahyu mengatakan, penundaan itu adalah relaksasi pelaksanaan cukai vape.

Dengan keputusan itu maka sampai 1 Oktober 2018, penjualan likuid vape tanpa cukai masih diperbolehkan pemerintah.

"Kami tidak bisa menjalankan aturan per 1 Juli untuk semuanya. Hal ini karena yang pakai sudah banyak. Makanya, kami beritahu ke pelaku pasar, sampai 1 Oktober masih boleh dijual vape yang tidak tertempel pita cukai," kata Nugroho, Selasa (3/7).

Namun begitu, ada syaratnya bagi pedagang yang ingin menjual likuid vape tanpa cukai. Syaratnya adalah cairan tersebut harus diproduksi sebelum bulan Juli 2018.

Sementara likuid vape yang diproduksi setelah Juli 2018, harus dikenakan cukai sebesar 57% dari nilai jualnya.

Saat aturan cukai likuid vape diberlakukan secara efektif, maka nantinya pengusaha harus memesan pita cukai ke Ditjen Bea dan Cukai. "Yang nge-vape, nanti di cairannya ada pita cukainya," tambah Nugroho.

Pengenaan cukai ini berpotensi menambah penerimaan negara. Sebab, menurut perhitungan Ditjen Bea Cukai, potensi bisnis likuid vape cukup besar mencapai Rp 5 triliun sampai dengan Rp 6 triliun.

Lantaran baru dikenakan penuh pada 1 Oktober 2018, maka potensi penerimaan negara yang akan didapat hanya sekitar Rp 200 miliar.

Halaman
123
Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help