Dukungan Teknologi Terintegrasi akan Memperkuat Pembangunan Ekonomi Islam

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional ‎menilai Komite Nasional Keuangan Syariah akan fokus pada agenda pembangunan ekonomi dan keuangan Islam.

Dukungan Teknologi Terintegrasi akan Memperkuat Pembangunan Ekonomi Islam
TRIBUN/HO
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyampaikan pidato dalam acara Peringatan 98 Tahun Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia 1920-2018, di Kampus ITB, Bandung, Rabu (4/7/2018). Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang P.S Brodjonegoro menerima penghargaan Ganesa Prajamanggala Bakti Adi Utama, yang merupakan pengharapan yang diberikan Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada pejabat pemerintah yang telah menunjukkan jasa dan pengabdian yang menonjol/luar biasa selama menjabat. TRIBUNNEWS/HO 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) ‎menilai Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) akan fokus pada agenda pembangunan ekonomi dan keuangan Islam.‎

"Pemerintah berkomitmen untuk menyediakan infrastruktur, regulasi yang relevan, serta untuk terus mempromosikan ekonomi dan keuangan Islam, tidak hanya untuk industri, tetapi juga untuk seluruh masyarakat," kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Senin (9/7/2018).

Menurut Bambang, melalui KNKS pemerintah dan regulator akan bekerja sama secara sinergis untuk membuka potensi ekonomi dan keuangan Islam, dengan mengintegrasikan ide dan inovasi dengan inovasi teknologi.

Oleh karena itu, ekonomi dan keuangan Islam nasional diharapkan tumbuh lebih cepat dan memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.

Baca: Kapolresta Sukabumi: Ini Bukan Kasus Orang Tenggelam Lalu Muncul 1,5 Tahun Kemudian

"Para pemangku kepentingan di sektor ekonomi dan keuangan Islam harus berperan aktif dan bersinergi," tuturnya.

Bambang mengatakan, ‎melalui inovasi teknologi, telah tercipta digitalisasi yang mempercepat perputaran informasi yang kemudian telah mengubah struktur ekonomi global dan nasional.

Era ini akan menjadi era ekonomi digital, menandai proses revolusioner dari apa yang disebut revolusi industri keempat atau industri 4.0.

Sejalan dengan fenomena perkembangan industri 4.0 secara global, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mempercepat pelaksanaan revolusi industri keempat sebagai garda depan revitalisasi sektor manufaktur Indonesia dalam rangka mencapai visi Indonesia sebagai 10 besar ekonomi dunia pada tahun 2030.

"Ini perlu perhatian terhadap potensi besar pengembangan ekonomi Islam, khususnya industri halal," ucap Bambang.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved