Kenaikan Harga Pangan Masih Akan Berlangsung 2 Bulan ke Depan, Pusat Diminta Intervensi

“Kemudian harga masih seperti ini kalau nilai dollar tetap tinggi ya. Ini juga tergantung jika pemerintah pusat turut melakukan intervensi."

Kenaikan Harga Pangan Masih Akan Berlangsung 2 Bulan ke Depan, Pusat Diminta Intervensi
Tribunnews/JEPRIMA
Pedagang saat merapikan telur ayam dilapak jualannya di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (12/7/2018). Harga telur ayam yang sebelumnya Rp24 ribu per kilogram secara berangsur-angsur naik menjadi Rp26 ribu per kilogram hingga tembus pada harga Rp30 ribu per kilogram, kenaikan harga telur tersebut disebabkan melonjaknya harga pakan ayam petelur serta melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Reporter Kontan, Kiki Safitri

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Dinas Ketahanan Pangan DKI Jakarta memprediksi bahwa kenaikan harga pangan ini akan berlangsung satu hingga dua bulan ke depan.

“Kalau informasi dari peternak ini bisa dua bulan lagi (harga) akan kembali normal,” kata Kepala Bidang Ketahanan Pangan dan Penyuluhan DKI Jakarta, Mujiati, Kamis (12/7/2018).

Selanjutnya kenaikan harga ini masih dikaitkan oleh pelemahan rupiah terhadap dollar.

Karena ini Mujiati menghimbau agar pemerintah pusat melakukan intervensi. Karena dengan kenaikan dollar ini akan berpengaruh terhadap lonjakan harga komoditi pangan dengan persentase kenaikan 46% untuk ayam dan telur.

Baca: Nasdem Yakin Jokowi Menang di Pilpres 2019, Syaratnya Harus Duet dengan Mahfud MD

Baca: Harga Ayam Melambung, Pemilik Kartu Jakarta Pintar Masih Bisa Beli Seharga Rp 8.000 Per Ekor

“Kemudian harga masih seperti ini kalau nilai dollar tetap tinggi ya. Ini juga tergantung jika pemerintah pusat turut melakukan intervensi. Jika nilai tukar rupiah menguat kemungkinan harga pangan akan turun terutama ini berpengaruh dari impor,” ujarnya.

Terkait kenaikan harga ini akan terus dikoordinasikan dengan Kementrian Perdagangan dan Kementrian Pertanian.

Baca: Penerimaan Siswa Baru: Satu Bangku SMP Negeri di Depok Dijual dengan Harga Mulai dari Rp 5 Juta

Namun Mujiati mengatakan masyarakat DKI yang tidak mampu tetap bisa menikmati komoditi pangan dengan harga yang murah.

“Bagi kami dari pemerintah daerah, untuk masyarakat yang kurang mampu kami sudah beri subsidi ke mereka sehingga jika terjadi kenaikan harga di pasar tidak akan berpengaruh terhadap harga beli mereka,” katanya.

Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help