Teken Konsensi, Pelindo II Mulai Bangun Pelabuhan Kijing Kalimantan Barat

Nantinya Pelabuhan Kijing yang memiliki luas 68 hektar, yang dilengkapi dengan empat terminal

Teken Konsensi, Pelindo II Mulai Bangun Pelabuhan Kijing Kalimantan Barat
TRIBUNNEWS.COM/APFIA
Menhub Budi Karya seusai penandatanganan Perjanjian Konsesi Pembangunan dan Pengusahaan Pelabuhan Kijing di Kalimantan Barat dengan jangka waktu konsesi selama 69 tahun. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Pembangunan masal Pelabuhan bongkar muat Kijing di Kabupaten Mempawah, Pontianak, Kalimantan Barat siap dilaksanakan dengan ditandatanganinya Perjanjian Konsesi Pembangunan dan Pengusahaan dengan jangka waktu konsesi selama 69 tahun.

Perjanjian konsesi itu ditandatangi oleh Direktur Utama Pelabuhan Indonesia (Pelinod II atau IPC), Elvyn G. Masassya dan Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan Kelas II Pontianak, Bintang Novi, dengan disaksikan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi yang digelar di Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Kamis (12/7/2018).

Direktur Utama IPC selaku operator, Elvyn G. Masassya menyebutkan sebelum adanya izin pembangunan dari Kementerian Perhubungan telah melakukan pekerjaan pembersihan lahan dan melakukan persiapan untuk pemasangan tiang pancang sehingga pelabuhan ini ditargetkan selesai pada akhir tahun 2019.

Baca: Peserta Porseni yang Tenggelam Ditemukan Tewas

"Sudah dimulai pembangunan baik darat di laut, jadi hari ini ini menjadi alas hukum untuk bisa mengembangkan pembangunan ini sesuai rencana," kata Elvyn di Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Kamis (12/7/2018).

Lebih lanjut Elvyn menjelaskan nantinya Pelabuhan Kijing yang memiliki luas 68 hektar, yang dilengkapi dengan empat terminal dengan jenis multi purpose, terminal curah kering, terminal curah cair dan terminal kontainer.

Seluruh terminal memiliki kapasitas 2 juta teus untuk peti kemas, kemudian curah kering dan cair 100 juta ton dan untuk pembangunan fase pertama kapasitasnya mencapai 500.000 teus.   

"Proyek ini sangat visible karena investasinya di atas tingkat bunga deposito perbankan," ungkap Budi Karya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berharap pelabuhan baru ini dapat memberikan peran yang besar terhadap konektivitas logistik nasional.

Selain itu diharapkan juga dapat menciptakan peluang ekonomi di Pontianak dan menambah daya saing Pontianak dan Indonesia secara Internasional.

"Harapan saya konektivitas logistik di Kalbar yang selama ini relatif stagnansi akan tumbuh dan di sekitar kijing kan tumbuh kegiatan eko yang bermanfaat bagi kemajuan ekonomi Indonesia," pungkas Budi Karya.

Adapun untuk pembangunan Terminal Kijing, IPC telah menunjuk PT Wijaya Karya Tbk. (WIKA) sebagai pelaksana dengan nilai proyek sebesar Rp 2,74 Triliun untuk konstruksi dermaga laut, port management area, jembatan penghubung, hingga container yard.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help