Proses Divestasi 51 Persen Saham Freeport ke Indonesia Belum Selesai

Menurut Rini, dalam waktu dekat harus dibuat perusahaan gabungan atau joint venture (JV) antara PT Inalum dengan PTFI

Proses Divestasi 51 Persen Saham Freeport ke Indonesia Belum Selesai
TRIBUNNEWS/APFIA
Menteri Negara BUMN Rini Soemarno 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno menyebutkan masih ada beberapa tahapan lagi yang harus dilakukan dalam proses divestasi 51, persens saham PT Freeport Indonesia (PTFI) senilai 3,85 miliar dolar AS.

Menurut Rini, dalam waktu dekat harus dibuat perusahaan gabungan atau joint venture (JV) antara PT Inalum dengan PTFI untuk pengoperasian perusahaan setelah komposisi sahamnya 51 persen dikuasai Inalum dan 49 persen PTFI.

"Belum (selesai), tinggal proses finalisasi mengenai join venture agreement karena ini harus ada JV agreement karena ini PT Freport dan Indonesia menjadi 51-49 persen,tentunya harus ada JV agreement final," kata Rini Soemarno saat ditemui di Kementerian Keuangan, Kamis (12/7/2018).

Setelah itu, Inalum harus juga melakukan pembayaran saham yang kemudian akan diikuti langkah-langkah berikutnya.

Baca: Tanggapan TGB tentang Kepemimpinan Jokowi

Yakni, penerbitan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan aturan perpajakan oleh Kementerian Keuangan.

"Kita langsung tandatangan dan bayar, nah setelah tandatangan dan bayar Pak Jonan dan Ibu Sri Mulyani akan mengeluarkan IUPK-nya dan lain-lain stabilisasi investasi," ujar Rini Soemarno.

Baca: Obesitas Tidak Hanya Dialami Orang Dewasa, Generasi Milenial Juga Terpapar

Untuk masalah pembayaran Rini meminta agar Inalum yang sudah mengantongi pinjaman sindikasi dari 11 bank paling lambat menyelesaikannya akhir bulan Juli 2018 ini.

"Saya mintanya ke direktur utama Inalum, Pak Budi akhir bulan (selesai), tapi Pak Budi mintanya mundur sedikit," kata Rini.

Perjanjian yang baru ditandatangani PT Inalum selaku holding tambang adalah penandatanganan pokok-pokok perjanjian atau head of agrement (HoA) untuk pembelian partisipasi Rio Tinto di PTFI sebesar 3,85 miliar dolar AS.

Pembayaran sebesar 3,85 miliar dolar AS itu terbagi untuk pembelian saham Rio Tinto di PT FI sebesar 3,8 miliar dolar AS, 3,5 miliar dolar AS  dan sisanya 350 juta dolar AS untuk membeli saham Indocopper di PT FI.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved