Kini Konsumen Tuntut Adanya Pengalaman yang ‘lebih’ Ketika Berbelanja

Omni-channel marketing diburtuhkan karena konsumen cenderung mengkombinasikan aktivitas di toko online dan offline sebelum melakukan pembelian

Kini Konsumen Tuntut Adanya Pengalaman yang ‘lebih’ Ketika Berbelanja
Ist
Prof Agus W Soehadi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masa-masa emas bisnis ritel di Indonesia sudah mulai redup ditandai banyaknya ritel-ritel raksasa yang gulung tikar dan menutup gerainya.

Hal yang sama lebih dahulu mendera pebisnis ritel di Amerika akibat maraknya bisnis belanja online.

Tantangan tersebut tentunya merupakan hal serius yang harus segera diantisipasi oleh semua pelaku bisnis ritel.

Penyesuaian terhadap perkembangan pun harus dipikirkan dengan matang, bukan hanya sekedar dengan merubah bisnis model.

"Dibutuhkan strategi baru mengembangkan bisnis ritel sesuai perkembangan zaman yang serba digital. Libatkan faktor luar dalam mengambil keputusan bisnis seperti strategi omni-channel marketing terkait interkoneksi aktivitas bisnis secara online dan offline," kata Prof Agus W Soehadi selaku Dekan School of Business & Economics Universitas Prasetiya Mulya, dalam talkshow Branding Update yang digagas oleh S1 Branding Prasetiya Mulya dan bekerja sama dengan Indonesia Branding Association (IBA) ini.

Dikatakan Agus, omni-channel marketing diburtuhkan karena konsumen cenderung mengkombinasikan aktivitas di toko online dan offline sebelum melakukan pembelian.

"Kadang mereka review produk secara online, lalu ke toko offline untuk membeli. Sehingga kegiatan marketing antara online dan offline yang terintegrasi sangat dibutuhkan,” papar Agus.

Baca: Universitas Prasetiya Mulya Optimis Lulusan Lokal Sanggup Bersaing di Era Global

Krisetiadi Purwanto selaku Product Leadership Director Nielsen Indonesia menjelaskan, menurut hasil riset The Nielsen Company Indonesia, penetrasi internet yang luar biasa membuat daya beli masyarakat Indonesia kian mengalami transisi dari yang mengutamakan belanja produk menjadi mendahulukan belanja pengalaman.

 “Dari hasil riset terhadap 1500 responden rumah tangga di Indonesia, konsumen masa kini lebih cenderung menghabiskan dana untuk rekreasi dan gaya hidup ketimbang untuk konsumsi fast moving consumer goods (FMCG),” ungkap Krisetiadi Purwanto.

Saat ini tengah terjadi transisi daya beli masyarakat karena konsumen yang semakin cerdas.

Halaman
12
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved