Dirut Baru Pertamina Fokus Kurangi Impor Minyak

Sebabnya, melonjaknya harga minyak dunia belakangan ini turut menyebabkan defisit neraca perdagangan.

Dirut Baru Pertamina Fokus Kurangi Impor Minyak
TRIBUNNEWS.COM/SYAHRIZAL
Dirut Pertamina Nicke Widyawati 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Syahrizal Sidik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Direktur Utama PT Pertamina (Persero) definitif, Nicke Widyawati menyatakan akan fokus menurunkan impor minyak. Sebabnya, melonjaknya harga minyak dunia belakangan ini turut menyebabkan defisit neraca perdagangan.

Pernyataan tersebut disampaikan Nicke seusai menghadiri rapat koordinasi penerapan mandatori Biodiesel 20 persen di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian.

“Yang pertama adalah peningkatan produksi hulu, supaya impor turun. Kedua, pembangunan kilang, ujungnya mengurangi impor bahan bakar minyak,” kata Nicke, Rabu (29/8/2018).

Seperti diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada Juli 2018, neraca perdagangan Indonesia defisit sebesar 2,03 miliar dolar AS. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1,18 miliar dolar AS defisit disumbang sektor migas, sedangkan sisanya 845 juta dolar AS dari sektor non migas.

Baca: Lion Air Buka Identitas Pilot yang Bertanggung Jawab Atas Insiden Neno Warisman

Selain itu, Pertamina akan menambah kapasitas kilang baru maupun yang saat ini sudah ada. Tujuannya, agar produksi minyak di dalam negeri meningkat dan mengurangi impor.

Tak hanya tu, Nicke juga mengharapkan Pertamina sebagai perusahaan yang mendukung kemandirian energi nasional baik dari sektor hulu maupun hilir. “Dari sisi hiir kita harus mencipkatakn BBM yang terjangkau,” katanya.

Untuk mengingatkan, sebelum menjabat Direktur Utama perusahaan pelat merah tersebut, Nicke sebelumnya menjadi Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Pertamina (Persero).

Pengangkatan Nicke Widyawati tersebut berdasarkan persetujuan dari Presiden Joko Widodo dan KEPUTUSAN RUPS SK 232/MBU/08/2018 tentang Pengalihan Tugas, Pemberhentian, dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaan Perseroan Pertamina.

Penulis: Syahrizal Sidik
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help