Ini Alasan Menteri Rini Gonta-ganti Dirut Garuda

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno telah dua kali mencopot Direktur Garuda Indonesia yakni Arief Wibowo

Ini Alasan Menteri Rini Gonta-ganti Dirut Garuda
TRIBUNNEWS/APFIA
Menteri BUMN Rini Soemarno 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno telah dua kali mencopot Direktur Garuda Indonesia yakni Arief Wibowo dan Pahala Mansury.

Pahala N Mansury dari Dirut Garuda setelah 17 bulan menjabat sejak 12 April 2017 lalu. Dari sejarah Garuda, Indonesia Pahala termasuk yang sebentar menjabat sebagai direktur utama, setelah sebelumnya Robby Djohan menjabat dari 1998 hingga 1999.

Sementara itu Dirut yang paling lama menjabat adalah R.A.J Lumenta yang menjabat sejak 1984 hingga 1988 lalu, ada juga Emirsyah Satar yang menjabat dari 2005 hingga 2014.

Setelah Emirsyah pergantian dirut pun dilakukan guna menyelamatkan keuangan maskapai berbintang lima itu dengan menunjuk Muhammad Arif Wibowo periode 2014 hingga 2017 yang dilanjutkan Pahala Mansury.

Sementara itu, Dirut Garuda diisi oleh I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra yang sebelumnya juga sempat menjadi Direktur Keuangan Garuda Indonesia periode 2014 hingga 2016 yang kemudian digeser menjadi Dirut Pelindo III pada Mei 2017.

Menteri Rini Soemarno pun menjelaskan pergantian di Garuda karena dibutuhkan seseorang yang ahli dalam menyelesaikan permasalahan di Garuda. Pergantian dilihat dari laporan kinerja  yang dikaji setiap tahun.

"Dan kita lihat ke depan ini challengenya apa saja, misalnya Garuda. Di Garuda kita butuhkan eskpertis yang bagaimana. Jadi itu semua kita analisa secara total," ungkap Rini Soemarno, Rabu (13/9/2018).

Rini berharap dengan adanya pergantian dirut, Kinerja Garuda bisa lebih meningkat dan adanya relasi yang lebih kuat antara komisaris dan direksi.

"Tujuannya untuk tingkatkan kinerja bumn, kerja lebih erat antara dekom dan direksi," ungkap Rini Soemarno.

Adapun susunan direksi baru Garuda Indonesia menjadi :
Direktur Utama : I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra
Direktur Niaga : Pikri Ilham Kurniansyah
Direktur Kargo & Pengembangan Usaha : Muhammad Iqbal
Direktur Keuangan & Manajemen Resiko : Fuad Rizal
Direktur Human Capital : Heri Akhyar
Direktur Operasi : Bambang Adisurya Angkasa
Direktur Teknik : I Wayan Susena
Direktur Layanan : Nicodemus Panarung Lampe

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help