Sering Rombak Direksi BUMN, Ini Penjelasan Rini Soemarno

Seperti Pahala yang belum dua tahun menjabat, pria yang lebih sering dipanggil Ari Askhara ini pun sebelumnya tak berlama-lama duduk di kursi BUMN

Sering Rombak Direksi BUMN, Ini Penjelasan Rini Soemarno
Istimewa
Menteri BUMN Rini Soemarno membuka seremoni ekspedisi Tol Trans Sumatera, Rabu 29 Agustus 2018. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menyetujui I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra sebagai Direktur Utama.

Kedatangannya menggantikan Pahala yang bertugas di pucuk pimpinan Garuda 17 bulan sejak April 2017.

Seperti Pahala yang belum dua tahun menjabat, pria yang lebih sering dipanggil Ari Askhara ini pun sebelumnya tak berlama-lama duduk di kursi BUMN. Ari sebelumnya menjadi Dirut Pelindo III sejak Mei 2017.

Kementerian BUMN memang terbilang gesit menggeser jajaran direksi perusahaan pelat merah.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno menilai, pergantian direksi BUMN ini merupakan hal yang wajar. Tujuannya, menempatkan posisi yang pas serta sesuai dengan bidangnya.

"Jadi ada dasar-dasarnya, itu tidak terlepas dari operasional yang kita lihat selama satu tahun. Kita lihat ke depan ini tantangannya apa saja," katanya, Rabu (12/9).

Rini bilang, sebelum memutuskan untuk menggeser direksi BUMN, perlu dilakukan analisa serta berbagai pertimbangan yang tak lain bertujuan untuk meningkatkan kinerja BUMN.

Berita Ini Sudah Dipublikasikan di KONTAN, dengan judul: Kerap rombak direksi BUMN, ini kata Menteri Rini

Editor: Sanusi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help