Tagihan Listrik Korban Gempa Lombok Mendapat Keringanan dari PLN

PLN (Persero) memberikan pengecualian untuk tagihan listrik bagi korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat

Tagihan Listrik Korban Gempa Lombok Mendapat Keringanan dari PLN
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT PLN (Persero) memberikan pengecualian untuk tagihan listrik bagi korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

PLN memberikan kebijakan pemutihan tagihan listrik pengguna pascabayar bagi korban yang aliran listrik masih menyala, namun rumahnya sudah roboh.

"Yang jadi masalah itu listrik pascabayar. Cuma kami punya semacam kebijakan dari direksi khusus daerah bencana pada saat kejadian kita usulkan diputihkan sebulan atau mungkin berhenti sementara dari pelanggan rumahnya," ujar General Manager PLN Wilayah NTB, Rudi Purnomoloka, Rabu (12/9/2018).

Rudi mengungkapkan ada 19.000 pelanggan listrik pascabayar yang sebagian besar merupakan rumah tangga.

Dia memperkirakan ada 1.000 pelanggan yang masih padam namun rekening listrik masih berjalan.

"Itu kita hentikan rekening listriknya kalau mau masang lagi gratis kita punya program itu untuk meringankan bencana dan sudah diterapkan di Aceh, Bantul dan sekarang di sini," jelas Rudi.

Saat ini, Rudi mengungkapkan bahwa jika dibandingkan dengan rumah tangga dan industri, beban listrik yang belum pulih ada pada sektor pariwisata. Bahkan bebannya jauh menurun hanya 20 persen dari beban listrik normal.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved