Pemerintah Siapkan Aplikasi Transportasi Online yang Siap Bersaing Sehat dengan Go-Jek dan Grab

"Kalau saya sih berharap bukan bersaing tapi berkomplemen, bisa aja platmerah jadi paltfomrnya," kata Yani kepada media

Pemerintah Siapkan Aplikasi Transportasi Online yang Siap Bersaing Sehat dengan Go-Jek dan Grab
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kedua kiri), Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (ketiga kiri), CEO dan Founder GO-JEK Nadiem Makarim (tengah), President GO-JEK Andre Soelistyo (ketiga kanan) dan Chief Information Officer and Co-Founder GO-JEK Kevin Aluwi (kedua kanan) hadir dalam acara peresmian layanan GO-JEK dari Sabang hingga Merauke di Jakarta, Rabu (15/8/2018). Dengan memanfaatkan teknologi, layanan operasional GO-JEK yang saat ini sudah tersedia dari Sabang hingga Merauke membuktikan bahwa #AnakBangsaBisa, dan diharapkan dapat membantu masyarakat meningkatkan kesejahteraan TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan tengah menyiapkan aplikasi penyedia jasa angkutan online seperti Go-Jek dan Grab.

Direktur Angkutan Multimoda Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Ahmad Yani menjelaskan aplikasi tersebut bukan untuk menyaingi Go-Jek maupun Grab tetapi bersaing secara sehat.

"Kalau saya sih berharap bukan bersaing tapi berkomplemen, bisa aja platmerah jadi paltfomrnya," kata Yani kepada media di Kementerian Perhubungan, Jumat (14/9/2018).

Konsep awal dibuatnya aplikasi angkutan online berplat merah tersebut kata Ahmad Yani juga karena permintaan para pengemudi angkutan online yang ingin lebih dirangkul oleh pemerintah.

Sehingga nantinya pemerintah siap menerima para pengemudi yang akan berpindah dari aplikasi yang saat ini telah beroperasi.

"Itu baru permintaan temen driver online, supaya pemerintah buat dong untuk mengayomi mereka, supaya kami tidak disemena-menai, disuspend," ungkap Yani. 

Baca: Bawaslu Minta Semua Pihak Patuhi Putusan MA

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Kementerian Perhubungan akan menggandeng PT Telkom (Persero) yang unggul dalam teknologi berbasis jaringan internet.

Pembahasan awal pun tengah dilakukan Kemenhub dan Telkom mulai dari kuota hingga rancangan bisnis untuk memastikan keuntungan bagi Telkom jika menjadi operator.

"Saya nunggu hasil pembahasan saya dengan teman-teman di Telkom. Aplikasi yang buatin BUMN, yang tidak 100 persen nyari keuntungan perubahan sendirian, ada peningkatan kesejahteraan," pungkas Ahmad Yani.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help