Prediksi JP Morgan, Terjadi Krisis Keuangan pada 2020

Sejumlah pakar di JP Morgan pun menciptkan model untuk mengetahui periode dan tingkat keparahan krisis keuangan selanjutnya

Prediksi JP Morgan, Terjadi Krisis Keuangan pada 2020
Warta Kota/Henry Lopulalan
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK - JP Morgan Chase & Co memprediksi adanya krisis keuangan pada tahun 2020 mendatang.

Satu dekade pasca-runtuhnya Lehman Brothers menyebabkan pasar anjlok dan diciptakannya metode pengukuran darurat krisis.

Sejumlah pakar di JP Morgan pun menciptakan model untuk mengetahui periode dan tingkat keparahan krisis keuangan selanjutnya.

Hasilnya, JP Morgan meminta para investor mewaspadai tahun 2020 mendatang. Namun demikian, JP Morgan memprediksi tingkat keparahannya tidak sebesar krisis keuangan sebelumnya.

Akan tetapi, penurunan likuiditas pasar finansial sejak 2008 menjadi "wildcard" atau "kartu liar" yang akan susah untuk diprediksi.

Dikutip dari Fortune, Jumat (14/9/2018), model yang diciptakan JP Morgan mengalkulasi hasil berdasarkan rentang ekspansi ekonomi, potensi durasi resesi berikutnya, valuasi nilai aset, serta tingkat deregulasi dan inovasi finansial sebelum krisis.

Pasar saham AS diprediksi anjlok sekitar 20 persen. Selain itu, imbal hasil obligasi korporasi AS naik sekitar 1,15 persentase poin.

Harga energi diperkirakan merosot 35 persen dan harga barang tambang metal dasar diperkirakan amblas 29 persen.

Utang pemerintah emerging market atau negara berkembang diperkirakan melebar 2,79 persentase poin. Tidak hanya itu, pasar sahan negara-negara berkembang diperkirakan merosot 48 persen.

Adapun nilai tukar negara-negara berkembang diprediksi melemah 14,4 persen.

Halaman
12
Editor: Sanusi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help