Sinar Mas Agribusiness and Food Ajak Pemasok Bangun Citra Positif Industri Sawit yang Berkelanjutan

SMART SEED bertujuan untuk ajak para pemasok independen diskusi dan berbagi pengetahuan mengenai praktik perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan

Sinar Mas Agribusiness and Food Ajak Pemasok Bangun Citra Positif Industri Sawit yang Berkelanjutan
m.kompas.com
Ilustrasi perkebunan kelapa sawit

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sinar Mas Agribusiness and Food menggelar forum diskusi SMART SEED (Social and Environmental Excellent Development) yang keempat di Jakarta.

Dalam keterangan pers yang diterima pada Rabu (19/9/2018), SMART SEED bertujuan untuk mengajak para pemasok independen berdiskusi dan berbagi pengetahuan mengenai praktik perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan.

Untuk tahun ini, forum diskusi tahunan SMART SEED mengambil tema "Mempromosikan Industri Sawit yang Berkelanjutan dalam Upaya Mempercepat Pencapaian Sustainability Development Goals (SDGs)”.

Sebagai salah satu pelaku industri kelapa sawit yang terintegrasi, Sinar Mas Agribusiness and Food mengajak para pemasok untuk membangun citra positif industri sawit yang berkelanjutan dengan membagikan dan menceritakan kontribusi para permasok dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Director of Council of Palm Oil Producer Countries (CPOPC), Mahendra Siregar menjelaskan, kelapa sawit adalah minyak nabati yang paling memenuhi ekspekatasi kriteria SDGs bila dibandingkan dengan minyak nabati lainnya.

Tanpa kelapa sawit, akan sangat sulit melakukan pencapaian SDGs dan hal ini bukan hanya untuk Indonesia namun juga untuk seluruh dunia.

Kelapa sawit merupakan komoditas utama ekspor Indonesia. Menurut data dari Badan Pusat Statistik, di tahun 2017 nilai ekspor produk kelapa sawit (23 milyar Dollar AS) melampaui ekspor migas Indonesia (15 milyar Dollar) dan jauh diatas ekspor lima komoditas perkebunan Indonesia lainnya seperti karet, kakao, kopi, tebu, dan teh. Namun, saat ini industri kelapa sawit dihadapkan pada tantangan maraknya persepsi negatif diantara para pemangku kepentingan, baik yang berada di dalam maupun di luar Indonesia.

Saat ini, Pemerintah Indonesia telah mengambil posisi yang tegas dalam mengambil langkah-langkah tegas untuk memastikan industri sawit tidak mendapatkan diskriminasi dari pasar internasional.

Sementara itu Agus Purnomo, Managing Director Sustainability and Strategic Stakeholders Engagement Sinar Mas Agribusiness and Food menjelaskan, Perusahaan telah melakukan berbagai upaya dalam menerapkan praktek industri sawit yang berkelanjutan yang sejalan dengan tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Agus menambahkan, salah satu capaian SDGs perusahaan adalah dalam hal penguatan kemitraan untuk pembangunan berkelanjutan (partnership for the goals).

Halaman
123
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved