BPC Hipmi Jakut Gelar Business Gathering Sikapi Permasalahan UKM di Indonesia

UKM Indonesia dihadapkan pada masalah kelemahan dalam pendanaan dan akses pada sumber pembiayaan; serta kelemahan dalam membangun jaringan usaha

BPC Hipmi Jakut Gelar Business Gathering Sikapi Permasalahan UKM di Indonesia
HandOut/Ist
Forum dialog berformat business gathering yang bertema: “Leverage Your Cashflow Through Fintech, Banking, Insurance”, yang dihelat BPC HIPMI Jakarta Utara, Rabu (19/9/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jakarta Utara menginisiasi forum dialog berformat business gathering yang bertema: “Leverage Your Cashflow Through Fintech, Banking, Insurance”, Rabu (19/9/2018).

Forum ini merupakan wujud aplikasi dari program kerja Hipmi Jakarta Utara dalam menyikapi permasalahan yang dihadapi UKM di Indonesia.

Ketua Panita Pelaksana, Rangga Derana Niode, menjelaskan sebagai organisasi kader pengusaha, Hipmi memiliki peran dan tanggung jawab dalam pengembangan kewirausahaan dan menumbuhkembangkan potensi pengusaha muda yang profesional dan bertanggung jawab.

"Peran yang sangat strategis diwujudkan dalam program aksi dan implementasi dalam berbagai bentuk kegiatan seperti yang diadakan ini," katanya dalam keterangan yang diterima, Kamis (20/9/2018).

Derana mengatakan, pendanaan dan akses pada sumber pembiayaan berpangkal dari keterbatasan UKM dalam penyediaan dukungan keuangan yang bersumber dari internal usaha.

"Ketersediaan dana melalui berbagai skim kredit masih terbatas, prosedur perolehan biasanya rumit paling tidak untuk ukuran UKM, dan persyaratan yang cukup berat seperti persyaratan administratif dan jaminan," ujarnya.

Adapun Ketua Umum BPC Hipmi Jakarta Utara, Fahreza Achmad, menjelaskan permasalahan yang dihadapi oleh UKM di Indonesia sangat bervariasi.

Namun demikian pada pokoknya dapat dikelompokkan dalam masalah-masalah yang berkaitan dengan (1) akses pasar; (2) kelemahan dalam pendanaan dan akses pada sumber pembiayaan; (3) kelemahan dalam organisasi dan manajemen, (4) kelemahan dalam kapasitas dan penguasaan teknologi, serta (5) kelemahan dalam membangun jaringan usaha.

“Dari kelima permasalahan tersebut, pada hari ini HIPMI Jakarta Utara akan mencoba mencari solusi masalah: kelemahan dalam pendanaan dan akses pada sumber pembiayaan; serta kelemahan dalam membangun jaringan usaha,” katanya.

Selain menyikapi permasalahan UKM,  tujuan “Business Gathering” ini untuk mempererat silatuhrami antara pengurus Hipmi Jakarta Utara dengan anggota baru.

Selain itu, acara ini bertujuan untuk membekali pengetahuan para anggota dengan informasi mengenai fasilitas-fasilitas permodalan yang dapat digunakan untuk mendukung usaha dan program para anggota melalui produk-produk pengembangan baru oleh Lembaga Fintech, Perbankan, dan Asuransi.

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved