Alasan Pemerintah Batal Menaikkan Harga BBM Jenis Premium

Pertamina juga meminta waktu kepada pemerintah jika memang ada kenaikan harga premium.

Alasan Pemerintah Batal Menaikkan Harga BBM Jenis Premium
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pengendara motor mengantre saat akan mengisi BBM di SPBU di Kawasan Pejompongan, Jakarta, Kamis (31/3/2016). Pemerintah menetapkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar turun masing-masing Rp500 per liter per 1 April 2016, premium menjadi Rp6.450 per liter, solar menjadi Rp5.150 per liter berlaku hingga September 2016, penetapan tersebut akan diikuti penurunan tarif angkutan publik. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, NUSA DUA - Usai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan kenaikan harga jenis premium, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang baru tahu langsung mengecek kesiapan PT Pertamina (persero) selaku penyalur BBM.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Fajar Harry Sampurno mengatakan pengecekan kesiapan Pertamina itu karena Rabu (10/10/2018) pagi, Pertamina baru saja menaikan harga pertamax series.

"Jadi gini kita baru tahu setelah Pak Jonan menyampaikan pengumuman bahwa rencananya akan naik dan kemudian sudah langsung kami tanyakan kepada Ibu Menteri apakah ini bisa dilaksanakan atau tidak," kata Fajar Harry saat konfetensi pers di lokasi gelaran IMF-WB 2018, Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10/2018).

Baca: Fahri Hamzah: Harga BBM Tinggi Berarti Rakyat Tidak Sejahtera

Lebih lanjut, Fajar menceritakan pengecekan kesiapan Pertamina itu langsung dilakukan Menteri BUMN, Rini Soemarno.

Hasilnya adalah Pertamina menyatakan tidak siap jika harus ada kenaikan harga BBM dalam satu hari.

Pertamina juga meminta waktu kepada pemerintah jika memang ada kenaikan harga premium.

"Ibu menteri mengkroscek dengan Pertamina yang menyampaikan bahwa kami (Pertamina) tidak siap untuk melakukan dua kali kenaikan dalam waktu satu hari. Jadi perlu waktu," ungkap Fajar Harry.

Tidak siapnya Pertamina menaikan harga premium karena sebelum ada kenaikan harga harusnya dilakukan sosialisasi kepada masyarakat terlebih dulu.

Kemudian secara teknis, Pertamina juga tidak siap jika ada kenaikan harga premium.

"Ya bukan sosialisasi aja tapi juga teknis, karena sedang melaksanakan kenaikan pertamax series," papar Fajar Harry.

Adapun per hari ini, PT Pertamina (Persero) memutuskan untuk menaikkan bahan bakar minyak untuk Pertamax Series dan Dex Series, serta Biosolar Non PSO.

Dengan adanya penyesuaian tersebut, harga Pertamax naik menjadi Rp 10.400 per liter, Pertamax Turbo Rp 12.250 per liter, Pertamina Dex Rp 11.850 per liter, Dexlite Rp 10.500 per liter, dan Biosolar Non PSO Rp.9.800 per liter

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved