Wirausaha Salah Satu Jalan Meningkatkan Produktivitas Bangsa

Selain menciptakan lapangan pekerjaan baru, wirausaha adalah salah satu jalan untuk meningkatkan produktivitas bangsa.

Wirausaha Salah Satu Jalan Meningkatkan Produktivitas Bangsa
Tribun Kaltim/FACHMI RACHMAN
PAMERAN UMKM - Peserta Muktamar IDI memilih beberapa perhiasan di lokasi Pameran UMKM Muktamar IDI XXX di Gedung Convention Center, Sempaja, Samarinda, Jumat (26/10). Dengan membawa beberapa produk unggulan, Pameran UMKM juga memperkenalkan beberapa produk khas Kaltim. (Tribun Kaltim/FACHMI RACHMAN) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ekonomi adalah urat nadi pembangunan. Kontribusi ekonomi lokal terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang semakin meningkat adalah prasyarat dasar untuk semakin kokoh menghadapi ketidakpastian global. 

Perekonomian Indonesia disusun atas usaha bersama berlandaskan asas kekeluargaan dengan koperasi sebagai tiang penopang utamanya.

Dikutip Tribunnews dari laman Newsletter Kantor Staf Presiden, kontribusi koperasi terhadap PDB meningkat dari 1,71 persen di tahun 2014 menjadi 4,48 persen di tahun 2017. 

Membangun ekonomi yang berdiri di atas kaki sendiri, dimulai dengan mentalitas berwirausaha.

Selain menciptakan lapangan pekerjaan baru, wirausaha adalah salah satu jalan untuk meningkatkan produktivitas bangsa. 

Hal ini dilakukan dengan berbagai kebijakan antara lain memberi pemudahan akses kredit, peningkatan penggunaan produk lokal dalam pengadaan barang jasa, serta berkembangnya e-commerce dan inkubasi ekonomi kreatif. 

Baca: Mangku Wayan Budiarsa Meninggal Diduga Kelelahan Usai Naik Ratusan Anak Tangga di Pura Pasar Agung

Pemerintah terus konsisten mendukung wirausaha lokal sehingga rasio wirausaha dari populasi meningkat dari tahun ke tahun.

Rasio wirausaha pada tahun 2017 sebesar 3,1 persen, naik dibanding 2014 yang sebesar 1,55 persen. 

Peningkatan ini didukung sektor perbankan, terutama dalam akses permodalan UMKM yang semakin meningkat.

Proporsi kredit UMKM terhadap total kredit terus mengalami kenaikan dari Rp 671,72 triliun pada 2014 menjadi Rp 739,8 triliun (2015) dan Rp 781,91 (2016). 

Sementara suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus diturunkan.

Awalnya suku bunga KUR 22 persen kemudian dirunkan menjadi 12 persen (2015), 9 persen (2017) dan 7 persen (2018).

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved