April 2019, BPH Migas Akan Lelang Dua Ruas Pipa Gas di Kalimantan

Sebelumnya lelang untuk ruas pipa gas Kalimantan Timur (Kaltim)-Kalimantan Selatan (Kalsel) telah dimenangkan PT Bakrie & Brothers.

April 2019, BPH Migas Akan Lelang Dua Ruas Pipa Gas di Kalimantan
TRIBUNNEWS/RIA ANASTASIA
Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa, Gubernur Kaltim Istan Noor, Anggota DPR Komisi VII, dan badan usaha di sektor migas dalam jumpa pers Prospek Pengembangan dan Peningkatan Pemanfaatan Gas Bumi di Kalimantan, Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (19/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) akan melelang dua ruas pipa gas Trans Kalimantan pada April 2019 mendatang.

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa mengungkapkan, sebelumnya lelang untuk ruas pipa gas Kalimantan Timur (Kaltim)-Kalimantan Selatan (Kalsel) telah dimenangkan PT Bakrie & Brothers.

Tahun depan, kedua ruas yang akan dilelang, yaitu ruas Banjarmasin-Palangkaraya atau Kalimantan Selatan (Kalsel)-Kalimantan Tengah (Kalteng) sepanjang 192 km dan Palangkaraya-Pontianak atau Kalteng-Kalimantan Barat (Kalbar) sepanjang 1.018 km.

"Sesuai dengan aturan yang berlaku, BPH Migas akan mengatur konsesi dan toll fee untuk lelang kedua ruas itu," kata Fanshurullah di sela-sela Forum Group Discussion (FGD) Prospek Pengembangan dan Peningkatan Pemanfaatan Gas Bumi di Kalimantan, Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (19/12/2018).

Ifan, sapaan akrab Fanshurullah, menyebutkan saat ini sudah ada dua badan usaha yang minat terhadap proyek tersebut.

Baca: KPU Sudah Siapkan Nama-nama Calon Panelis untuk Debat Kandidat Pilpres

"Kami bocorkan sudah ada dua badan usaha yang mengajukan ke BPH migas," ucapnya.

Di acara yang sama, anggota Komite BPH Migas Jugi Prajogio mengatakan, BPH Migas akan menjamin tingkat efisiensi dalam suatu investasi atau Internal Rate Return (IRR).

Mereka akan menghitung berdasarkan belanja modal (capital expenditure/capex) dan belanja operasional (operasional expenditure/opex) untuk mendapatkan besaran IRR.

BPH Migas, kata Jugi, akan menjamin badan usaha yang membangun dan mengoperasikan pipa distribusi gas akan mendapatkan konsesi niaga 30 tahun.

Dengan begitu, badan usaha tersebut akan menjadi pemain tunggal dalam mendistribusikan gas ke wilayah tersebut.

"Pipa distribusi, konsesi niaganya 30 tahun kami jamin capex opex biaya penyaluran mere-coveri investasi yang ditanamkan. 30 tahun ini sebagai pemain tunggal tidak boleh ada yang mengganggu distribusi di wilayah tertentu," jelasnya.

Untuk diketahui, cadangan gas di Kalimantan terbilang besar. Dalam Neraca Gas Bumi Indonesia 2018-2027, Region V Kalimantan merupakan pemilik cadangan terbesar ketiga yaitu 15.35 triliun standard cubic feet (TSCF). Kebutuhan gas jangka panjang untuk kelistrikan di Region V Kalimantan juga akan terus mengalami pertumbuhan.

Penulis: Ria anatasia
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved