Dua Tahun Berjalan, BBM Satu Harga Ada di 131 Titik

Pada 1 Januari 2019 besok, Program Indonesia Satu Harga untuk komoditas bahan bakar minyak (BBM) tepat berusia dua tahun

Dua Tahun Berjalan, BBM Satu Harga Ada di 131 Titik
KOMPAS IMAGES/HADI MAULANA
SPBU satu harga yang baru saja diresmikan di Desa Sepempang, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pada 1 Januari 2019 besok, Program Indonesia Satu Harga untuk komoditas bahan bakar minyak (BBM) tepat berusia dua tahun.

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa atau yang kerap disapa Ifan mencatat, hingga akhir 2018, penyaluran BBM satu harga sudah tersebar di 131 lokasi. Angka tersebut melampaui target keseluruhan sebanyak 130 titik.

"Sudah 131 lokasi kita bangun khususnya di daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar). Terakhir kita bangun di Maluku Barat," ungkap Ifan, sapaan akrab Fanshurullah Asa, saat jumpa pers di Gedung Kementerian ESDM, Senin (31/12/2018).

Di 2018 ini, sebanyak 74 titik SPBU telah dioperasikan. Sementara 7 titik sebelumnya sudah dioperasikan sejak 2017 lalu. Dari 74 titik, 68 dibangun oleh PT Pertamina (Persero), sisanya disalurkan oleh AKR.

Baca: Saut Situmorang Mengusulkan Agar Ketua KPK Menjadi Panelis Debat Capres-Cawapres

Secara rinci, penyaluran BBM satu harga itu tersebar di 131 kecamatan, 90 kabupaten, dan 26 provinsi.

Pulau yang paling banyak terdapat penyalur BBM yaitu Kalimantan sebanyak 33 titik.
Diikuti dengan Sumatera dengan 29 titik, Papua dan Papua Barat sebanyak 26 titik, 14 di Sulawesi, di NTB dan NTT sebanyak 14 titik, di Maluku dan Maluku Utara sebanyak 11, di Bali 1 titik, dan 3 titik di Jawa dan Madura.

"Itu bisa menjangkau kebutuhan masyarakat 421.955 kepala keluarga," jelasnya.

Target 2019

Ifan menyebutkan, penyaluran BBM satu harga ini ditagetkan mencapai 160 titik di 2019 mendatang. Pembangunan SPBU, lanjutnya, akan dikebut hingga Juni mendatang.

"Jadi sisanya 29. Pertamina sudah siap 2 lokasi, di Maybrat Papua dan satu lagi di NTT. Sisanya akan kita selesaikan, sisa 29 nanti itu bisa diresmikan sebelum Juni 2019. Jadi bisa kita kebut," jelas Ifan.

Di 2019, pemerintah fokus membangun di Maluku, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.

"Kalau pemda ada usulan BBM satu harga bisa kita evaluasi. Target BBM satu harga di 2018 sudah terpenuhi. BBM satu harga untuk 2019, lokasinya 9 di kalimantan. 6 di NTB, 9 lokasi di NTT, Maluku dan Maluku Utara 5," jelasnya.

Ifan mengatakan, pemerataan harga BBM tersebut sesuai dengan amanat Peraturan Menteru ESDM Nomor 36 Tahun 2016 bahwa keadilan di sektor energi, khususnya dalam penyediaan dan pendistribusian BBM serta keadilan harga BBM dapat dinikmati seluruh masyarakat Indonesia, terutama yang berada di wilayah 3T.

Dengan demikian, masyarakat yang sebelumnya membeli BBM seharga Rp 40.000-100.000 perliter, kini bisa dibeli dengan harga Rp 6.450 perliter untuk Premium dan Rp 5.150 perliter untuk solar.

"Program ini berdampak pada penguatan daya beli masyarakat akan kebutuhan bahan bakar untuk transportasi, pertanian, perikanan, dan lain-lain sehingga perekonokan warga di daerah dapat berakselerasi," pungkasnya.

Penulis: Ria anatasia
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved