HPHSI Memprediksi Pasar Bitcoin di Indonesia akan Melonjak di 2019

Satu di antara faktor yang mendorong naiknya pengguna Bitcoin adalah jika ada aturan main cryptocurrency sebagai jaminan hukum bagi para pemainnya.

HPHSI Memprediksi Pasar Bitcoin di Indonesia akan Melonjak di 2019
THE SUN
Ilustrasi bitcoin 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bitcoin sebagai cryptocurrency memang belum masif digunakan di Indonesia.

Sempat melonjak di awal tahun 2018, pengguna Bitcoin dilaporkan melorot tajam pada kwartal pertama di tahun ini.

Regulasi virtual currency yang masih buram di Indonesia, selain nilai tukarnya yang merosot, dinilai menjadi satu di antara sejumlah faktor para konsumen tak lagi bergelut dengan cryptocurrency.

Kendati demikian, merosotnya user bitcoin bukan berarti pasar akan menjadi lesu usai pergantian tahun.

Ketua Himpunan Pemerhati Hukum Siber Indonesia (HPHSI) Galang Prayogo mengungkapkan, pasar Bitcoin diprediksi akan melonjak di tahun 2019.

Menurut Galang, satu di antara faktor yang mendorong naiknya pengguna Bitcoin adalah jika Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappepti) yang dikabarkan telah mensahkan cryptocurrency sebagai komoditi, bisa segera menelurkan aturan main cryptocurrency sebagai jaminan hukum bagi para pemainnya.

“Regulasi dari pemerintah bisa menjadi stimulus yang optimal untuk menghidupkan kembali pasar Bitcoin. Pertengahan tahun ini sudah ada kabar bahwa Bappepti telah mensahkan cryptocurrency sebagai komiditi untuk diperdagangkan di bursa perdagangan berjangka, kini tinggal kita menunggu pembahasan lebih lanjut antara Bappepti dan para penyelenggara atau penyedia cryptocurrency,” kata Galang melalui keterangan tertulisnya, Selasa (1/1/2019).

Galang menambahkan, ika pembahasan mengenai cryptocurrency bisa rampung pada awal tahun 2019, pasar Bitcoin dapat dipastikan kembali bergairah.

“Nilai tukar memang menjadi pertimbangan bagi para pemainnya, tetapi stimulus berupa aturan main yang jelas lebih menjadi faktor utama yang bisa membuat Bitcoin kembali ramai,” terangnya.

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved