3 Tahun Sejak Diluncurkan, Proyek Pembangkit Listrik 35.000 MW Baru 8 Persen yang Beroperasi

Pemerintah mendorong ketersediaan listrik melalui program pembangunan pembangkit listrik 35.000 megawatt (MW).

3 Tahun Sejak Diluncurkan, Proyek Pembangkit Listrik 35.000 MW Baru 8 Persen yang Beroperasi
Ria Anatasia
Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM saat jumpa pers capaian kerja dan outlook 2019 di kantor Ditjen Ketenagalistrikan, Jakarta, Kamis (20/1/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah mendorong ketersediaan listrik melalui program pembangunan pembangkit listrik 35.000 megawatt (MW).

Sejak diluncurkan pada Mei 2015, realisasi pembangkit listrik bagian program 35.000 MW yang beroperasi baru mencapai 8 persen.

Direktorat Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, hingga Desember 2018, pembangkit listrik bagian 35.000 MW yang beroperasi atau commercial operation date (COD) baru 8 persen atau 2.899 MW.

"Sampai dengan 15 Desember 2018 pembangkit yang memasuki COD atau operasi komersial sekitar 8 persen," ungkap Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jisman Hutajulu saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Sementara itu, proyek yang berada di tahap konstruksi sekitar 52 persen atau sebesar 18.207 MW. Untuk pembangkit dalam tahap Power Purchasing Agreement (PPA) belum konstruksi sebanyak 11.467 MW, pengadaan 1.683 MW, dan perencanaan 954 MW.

"Masih ada terkendala dengan pembebasan lahan dan izin lingkungan," jelasnya.

Direktur Jenderal Ketenagalistrik ESDM mengatakan, 52 persen proyek yang masuk tahap konstruksi ditargetkan rampung pada tahun ini. Ia melanjutkan, target pembangkit listrik yang beroperasi akan mencapai 40-45 persen.

"Saya yakin tahun 2019 dari 18.000 MW, sekitar 40 persennya sudah memasuki COD, total 12.000 MW, dari 18.000 MW," tandasnya.

Baca: Sri Sultan HB X Tanggapi Kasus Pengaturan Skor di Liga Indonesia

Selain itu, Jisman mengatakan nilai investasi untuk infrastruktur ketenagalistrikan tahun ini ditargetkan sebesar 12,04 miliar dollar AS. Angka ini lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya sebanyak 11,28 miliar dollar AS.

Total investasi ini, jelasnya, akan diperuntukan untuk pembangunan pembangkit sebanyak 3.976 MW, sehingga total kapasitas terpasang pembangkit menjadi 66.556 MW. Kemudian untuk transmisi 15.191 kms, serta gardu induk sebanyak 27.631 MVA.

Penulis: Ria anatasia
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved