Menkeu Resmikan Jembatan Senilai Rp 123 Miliar di Maluku yang Didanai Sukuk

Jembatan Leta Ora Ralan yang dulunya bernama Wear Arafura ini memiliki panjang 323 meter, dibangun dengan skema multiyears contract

Menkeu Resmikan Jembatan Senilai Rp 123 Miliar di Maluku yang Didanai Sukuk
Doc. Biro KLI/Kemenkeu
Menkeu Sri Mulyani dan Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono meresmikan Jembatan Leta Oar Ralan yang menghubungkan Pulau Yamdena dan Pulau Larat di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Maluku, Kamis (10/1/2019) / 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meresmikan Jembatan Leta Oar Ralan yang menghubungkan Pulau Yamdena dan Pulau Larat di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Maluku, Kamis (10/1/2019).

Proyek pembangunan infrastruktur ini dibiayai oleh Surat Berharga Syariah Negara (SBSN/Sukuk).

"Infrastruktur ini penting bagi masyarakat agar mereka mampu mendapat akses perekonomian yang lebih baik lagi,” kata Menkeu Sri Mulyani dalam keterangan resmi yang diterima Tribunnews.com, Jumat (11/1/2019).

Jembatan Leta Ora Ralan yang dulunya bernama Wear Arafura ini memiliki panjang 323 meter, dibangun dengan skema multiyears contract tahun anggaran 2016-2018 dengan anggaran lebih dari Rp 123 miliar.

Jembatan ini dimanfaatkan untuk mobilisasi barang dan jasa seperti hasil pertanian, peternakan dan perkebunan, sehingga dapat menekan biaya logistik, serta mendorong peningkatan aktivitas ekonomi di kedua wilayah tersebut.

Baca: Ford Bakal Pangkas Ribuan Pekerja di Eropa dan Inggris, Ini Alasannya

Menkeu menjelaskan, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) masih memiliki anggaran sebesar Rp 880 miliar untuk keperluan alokasi umum, alokasi khusus, dan Dana Desa.

Menurutnya, masih banyak desa tertinggal di Kabupaten MTB yang perlu memanfaatkan Dana Desa.

“Kami berharap, desa tertinggal akan mendapat anggaran lebih banyak dan dukungan dari Bapak Camat dan Bupati dalam memanfaatkan Dana Desa yang telah diberikan oleh Pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Selain itu, Menkeu Sri Mulyani mengapresiasi Kementerian PUPR karena telah menggunakan dana untuk membangun daerah, sehingga masyarakat dapat merasakan pemerataan kesejahteraaan.

“Kita akan menggunakan instrumen fiskal untuk sungguh-sungguh membangun daerah kepulauan yang masih membutuhkan perhatian secara cepat,” pungkasnya.

Penulis: Ria anatasia
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved