Stok Gula di Gudang Bulog Masih 400.000 Ton, Buwas: Impor Belum Diperlukan

Setelah stok gula habis, maka selanjutnya akan dilakukan pembahasan oleh Menteri Perdagangan dan juga Menteri Perekonomian

Stok Gula di Gudang Bulog Masih 400.000 Ton, Buwas: Impor Belum Diperlukan
Youtube KompasTV
Dirut Perum Bulog, Budi Waseso atau Buwas 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama Bulog Budi Waseso (Buwas) menyebut saat ini Bulog memiliki stok gula di gudang sebanyak 400.000 ton. Oleh sebab itu, menurutnya impor gula untuk industri atau gula rafirnasi belum diperlukan.

"Perusahaan-perusahaan itu diutamakan menyerap dari gula yang ada ini. Kita masih punya stok 400.000 ton lebih," kata Budi Waseso di Gudang Bulog DKI-Banten, Jakarta Utara, Kamis (10/1).

Budi Waseso mengatakan bahwa stok 400.000 ton tersebut merupakan serapan Bulog atau sisa stok Bulog di akhir tahun 2018 dari pabrik gula PTPN dengan pengolahan tebu petani.

Terkait dengan rekomendasi impor gula rafirnasi, ia juga menyebut bahwa Presiden Joko Widodo menghimbau tidak impor dan menghabiskan stok gula dalam negeri. "(Impor) tergantung, nanti dulu kalau gula rafirnasi. Tadi kan sudah ada kebijakan dari pak presiden untuk menghabiskan dulu stok gula yang ada. Terutama gula produksi dari PTPN," ungkapnya.

Setelah stok gula habis, maka selanjutnya akan dilakukan pembahasan oleh Menteri Perdagangan dan juga Menteri Perekonomian. Dalam pembahasan akan ada kajian bersama pelaku usaha industri untuk menentukan jumlah kebutuhan gula rafirnasi.

Baca: Kembali Melemah, Rupiah Sentuh Level Rp 14.061 Per Dollar AS

"Kita habiskan dulu stok, nanti dihitung kembali, apakah perlu impor atau tidak. Ini sekarang pak Mendag dan pak Menko sedang mengumpulkan pengusaha industri untuk melihat jumlah kebutuhan gula impor," jelasnya.

Untuk memutuskan ijin impor, maka dibutuhkan angka real kebutuhan industri. Budi Waseso menyebut ini bertujuan menghindari praktik penjualan gula rafirnasi ke masyarakat.

"Sekarang lagu di data, berapa kebutuhan induatri. Karena nanti akan dihitung berapa butuhnya dan berapa keluarnya, jangan nanti dibilang butuh 1000 ton, lalu yang keluar cuma 500 ton, berarti 500 ton sisanya bocor," tegasnya.

Ia berharap, kerjasama antara menteri perdagangan dan menteri perindustrian mempu menekan produksi gula dengan kualitas yang baik kedepannya agar industri juga dapat menyerapnya. "Kita harus kerja sama, produksi harus ditingkatkan tapi juga kualitas harus dijaga dan memenuhi SNI," tegasnya.

Sebelumnya Menko perekonomian Darmin Nasution sempat mengatakan bahwa pemerintah berencana mengimpor gula rafinasi di tahun 2019 demi menjaga ketersediaan pasokan sehingga harga tetap terkendali. "Akan impor gula industri, gula rafinasi. Gula 2,8 juta ton," ungkap Darmin.

Berita Ini Sudah Dipublikasikan di KONTAN, dengan judul: Budi Waseso: Stok gula di gudang Bulog masih 400.000 ton

Editor: Sanusi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved