YLKI: Daripada Ada Bagasi Berbayar, Lebih Baik Kemenhub Naikkan Tarif Batas Atas

“Jadi bagasi berbayar adalah bentuk inkonsistensi terhadap LCC. Apanya yang LCC kalau cost yang dikeluarkan konsumen jauh lebih tinggi,” tutur Tulus

YLKI: Daripada Ada Bagasi Berbayar, Lebih Baik Kemenhub Naikkan Tarif Batas Atas
TRIBUNNEWS/APFIA
Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Kementerian Perhubungan telah menyetujui adanya bagasi berbayar bagi maskapai penerbangan bertarif rendah (LCC) yang direncanakan berlaku mulai 22 Januari 2019.

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi dengan kenaikan tersebut memperlihatkan tidak konsistennya pemerintah dalam menghadirkan maskapai tarif rendah.

“Jadi bagasi berbayar adalah bentuk inkonsistensi terhadap LCC. Apanya yang LCC kalau cost yang dikeluarkan konsumen jauh lebih tinggi,” tutur Tulus Abadi di Jakarta, Jumat (11/1/2018).

Kemudian Tulus mencontohkan misalnya ada penumpang yang ingin terbang ke Yogyakarta menggunakan Lion dengan biaya tiket Rp 500 ribu kemudian ditambah dengan biaya bagasi dengan hitungan maksimal bagasi di Lion mencapai Rp 900 ribu.

Jika di total biaya keseluruhan penumpang tersebut mencapai Rp 1,4 juta setara dengan satu kali penerbangan ke Yogyakarta dengan menggunakan Maskapai Garuda.

Baca: Polisi: Setahun, Omset Transaksi Seks Germo yang Ageni Artis Vanessa Angel Tembus Rp 2,8 Miliar

“Lion mengatakan sampai bagasi level tertinggi itu 930 itu terbang ke Jogja minimal tiket 500+900 itu kan sudah selevel dengan Garuda bahkan lebih mahal dari Garuda,” kata Tulus.

Menurut Tulus dari pada Kementerian Perhubungan mengizinkan adanya bagasi berbayar lebih baik jika menaikkan tarif batas atas pesawat saja.

Karena dengan adanya kenaikan harga bagasi merupakan kenaikan harga tiket pesawat yang terselubung. “Yang penting sebenarnya gini, pemerintah menaikan batas atas saja, jangan berkamuflase batas atas belum dinaikan tapi menggunkan bagasi. Artinya jauh lebih mahal,” ungkap Tulus.

Harga pesawat yang terlalu murah dikhawatirkan juga dapat mengurangi standar keselamatan maskapai. “Kalau pesawat dihemat-hemat segala macam nanti malah unsafety,” ujar Tulus.

Langkah awal menaikan harga bagasi ini dimulai dari Maskapai Lion Air yang juga akan diikuiti Citilink. Nantinya penumpang tidak lagi mendapat gratis bagasi untuk berat maksimum 20 kg untuk Lion Air dan 10 kg untuk Wings Air.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved